Keterangan : RSUD Rantau Prapat Kabupaten Labuhanbatu
Labuhanbatu (Portibi DNP): Pelayanan dibagian Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu provsu dikeluhkan salah seorang warga.
Pasalnya, dokter dibagian Poliklinik Gigi RSUD Rantauprapat lantai II itu, diduga tidak Profesional melakukan tugasnya sebagai dokter Gigi. Sebab, dokter Gigi yang ada di Poliklinik Gigi RSUD itu setelah melakukan Operasi Bedah membelah Gusi Gigi kita, bisa saja secara tiba tiba sang dokter Gigi tersebut mengatakan tidak sanggup mencabut Gigi pasien itu yang telah dilakukan Bedah Belah Gusi Gigi si pasien (Warga red) . Sehingga, si pasien yang Operasi Gigi bungsunya itu jadi meringis kebingungan.
“Tiba sanggup (Takut red) mencabut/ mengangkat Giginya. Tidak sanggup saya “, kata dokter yang terdiri dari beberapa orang Wanita itu, di RSUD bagian ruangan Poliklinik Gigi kepada orangtua Pasien operasi Gigi bungsu tersebut, Senin (15/5/2023) kemaren.
Pasien seorang lelaki warga jalan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu, insial AST, 28 tahun itupun terkejut. Begitu juga dengan orangtua sipasien insial J dan MT, jadi bingung dibuat sang dokter yang melakukan operasi bedah/belah di bagian daging Gusi gigi anaknya tersebut.
“Kenapa tiba tiba ibu dokter mengatakan tidak sanggup mencabut ataupun mengangkat Gigi Bungsu anak kita itu. Padahal, daging Gusi tempat keberadaan Gigi Bungsu itu sudah dokter Belah Gusinya, bagi mana itu dokter”, tanya orangtua Pasien AST kepada dokter Gigi Poliklinik RSUD Rantauprapat lantai II, Senin (15/5/2023).
“Saya tidak sanggup mencabutnya karena, Gigi itu dekat dengan Tulang seakan terjepit, jadi saya tidak sanggup dan kami berikan obat saja , bapak ambil obatnya di Apotik Obat ya pak. Setelah itu kita lihat dulu perkembangannya”, ucap dokter yang telah melakukan Operasi membedah Gusi gigi anaknya AST.
Akhirnya, ketimbang ngotot ngototan dengan dokter dokter wanita dibagian Poliklinik Gigi RSUD Rantauprapat itu, orangtua pasien yang juga seorang Wartawan Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu sumut itupun pergi membawa anaknya kebagian Apotik obat lantai I. Dan, orangtua pasien MT melihat kondisi anak lelaki itu meringis menahan rasa sakit dibagian Gusi Gigi yang dibedah belah oleh dokter Poliklinik Gigi RSUD tersebut tanpa menjahit kembali belahan Gusi Gigi yang dibedah dokter itu, sehingga daging Gusi itu terbuka menganga, terbuka tidak tertutup kembali dan hanya ditempel Kapas putih.
Selanjutnya, saat itu orangtua pasien MT lakukan konfirmasi ulang ke Direktur RSUD Rantauprapat Syafril M Harahap. Sorenya, sekitar pukul 16 00 wib, Direktur RSUD Rantau Prapat Syafril M Harahap membalas What’sapp yang dikirim orangtua Pasien.
“Nanti saya cari tau ya apa masalahnya…saya lg operasi ini”, kata dr Syafril M Harahap kepada orangtua Pasien MT, Senin (15/5/2023).
Setelah antri menunggu lama panggilan.dari loket Apotik obat di RSUD Rantau Prapat, pasien bersama orangtuanya pergi pulang kerumah jalan Padang Matinggi. Namun, selang tiga hari kemudian Gusi Gigi AST pasien yang dibedah belah oleh dokter Gigi bagian Poliklinik Gigi RSUD, menimbulkan Nanah dan membengkak serta rasa nyeri sakit yang tidak tertahan lagi. Tepat, Jumat (20/5/2023) Sore, pasien AST ditemani Ibundanya J, pergi ke Klinik Gigi didaerah Kampung Baru Kecamatan Rantau Utara yaitu dokter Gigi bernama Edi.
Setelah konsultasi terkait masalah Operasi bedah belah Gusi gigi tersebut yang telah di Bedah dan diterangkan tidak sanggupnya dokter Gigi di Poliklinik Gigi RSUD. Dan, dokter di Klinik Gigi Edi jelas melihat Gusi telah Bernanah dan bengkak. Alhamdullilah, dokter Edi di Klinik Gigi Kampung Baru bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan berhasil mengangkat Gigi Bungsu pasien AST tersebut walaupun dengan menahan rasa sakit serta nyeri akibat ulah dokter Bedah Gigi di bagian Poliklinik Gigi RSUD Rantauprapat itu, kemaren.
Mirisnya, Direktur RSUD dokter Syafril Harahap sampai berita ini di Publikasikan tidak menjawab panggilan Wartawan orangtua pasien MT. Dan, dokter Syafril juga tidak menjawab konfirmasi wartawan terkait masalah Operasi bedah belah Gusi yang penanganannya diduga tidak Profesional , terhadap pasien yang berobat ke RSUD Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Sebab, bisa saja pasien AST mengalami infeksi bagian Gusi Gigi yang telah dibedah belah semulanya itu menjadi membahayakan nyawa seorang pasien. Sebabnya, tidak ada rasa tanggungjawab sang oknum dokter terhadap reaksi Operasi membedah dan membelah tingkat lanjut penangan dan pengobatan yang baik serta Profesional.
“Apakah ada kaitannya, dengan penggunaan BPJS gratis , yang semula pasien AST disuruh dokter Gigi dibagian Poliklinik Gigi RSUD untuk melakukan Operasi di RSU Hartati “, ucapJ selaku orangtua pasien.
Namun miris, sebab, dokter di RSU Hartati awalnya meminta uang pembayaran untuk melakukan Operasi Gigi pasien AST, kemaren, sebelum ke RSUD Rantau Prapat menggunakan BPJS. “Surat rujukan berobat dari Puskesmas Rantau Utara Kota ke RSU Hartati dijalan Siringo Ringo ujung Kecamatan Rantau Utara. Karena, kata dokter Puskesmas Kota Rantau Utara itu bahwa RSU Hartati bisa menerima pasien yang memakai BPJS.
Kenyataannya, berbalik 100 persen, pihak RSU Hartati malah meminta uang bayaran Operasi kepada pasien BPJS AST yang ingin Operasi Giginya tersebut sebesar Rp 3.000.000,- (Tiga juta rupiah). Akhirnya, operasi gigi bungsu di RSU Hartati tidak jadi dilaksanakan dan Operasi di RSUD Rantauprapat itu. Dengan program Bolo Labuhanbatu, Pelayanan oknum dokter yang diduga tidak Profesional tersebut diharap menjadi Perhatian Pemkab Labuhanbatu juga masyarakat Labuhanbatu agar seperti hal itu tidak terulang kembali kepada masyarakat di RSUD Rantauprapat milik Pemkab Labuhanbatu yang nota benenya dari anggaran biaya belanja uang Negara.
Berita : Mora Tanjung


















