LANGKAT (Portibi DNP) : Sekretaris HIMMAH SUMUT, Aldi Satrio, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat yang dinilai belum maksimal menjalankan fungsinya sebagai salah satu dinas penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pasalnya, berdasarkan pantauan dan laporan masyarakat pesisir serta internal ASN, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat diduga sangat jarang berada di lingkungan kantor. Kondisi ini diduga sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada pelayanan serta program kerja dinas.
“Ini sangat disayangkan. Di saat PAD Langkat sedang kita dorong naik, justru dinas yang punya potensi besar malah seolah ditinggalkan nahkodanya. Bagaimana mau optimal kalau pimpinannya saja diduga jarang kelihatan di kantor,” kata, Aldi Satrio, melalui rilis yang diterima wartawan via pesan WhatsApp, Senin (03/08/2026).
Menurut, Aldi, Kabupaten Langkat memiliki 265 Km garis pantai, 22 kecamatan pesisir, dan ribuan nelayan.
“Secara logika, Dinas Kelautan dan Perikanan harusnya menjadi ujung tombak dan patron peningkatan PAD Langkat dari sektor retribusi pelabuhan perikanan, izin usaha perikanan, tambak, budidaya pariwisata bahari dan pesisir serta pengelolaan BBM subsidi nelayan,” ungkapnya.
Namun realitanya, target PAD dari sektor ini setiap tahun tidak pernah tercapai maksimal. Program bantuan untuk nelayan juga sering telat dan tidak tepat sasaran.
Hal itu terjadi, diduga akibat pimpinan jarang berkantor. Masih menurut, Aldi, dugaan ketidakhadiran pimpinan di kantor menimbulkan 3 masalah besar.
Pertama, pelayanan lumpuh. Seperti, perizinan tambak, kapal dan bantuan macet karena harus menunggu disposisi. Akibatnya, pengusaha dan nelayan jadi malas mengurus.
Kedua, koordinasi lemah. Dimana, program dengan desa pesisir, TPI, dan kelompok nelayan diduga tidak jalan dikarenakan tidak ada yang memimpin rapat dan evaluasi.
Ketiga, pengawasan hilang. Akibatnya, potensi kebocoran PAD dari dugaan pungli di TPI dan tambak liar tidak diawasi sehingga negara dirugikan.
“PAD itu bukan turun dari langit. PAD butuh kerja, butuh jemput bola, butuh pimpinan yang turun ke lapangan dan ke kantor. Kalau dari atasnya saja tidak ada, bawahnya mau kerja bagaimana?,” ujarnya, dengan penuh rasa kesal.
Atas hal tersebut, HIMMAH Sumut mendesak Plt Bupati Langkat untuk segera mengevaluasi total kinerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
“Jika memang terbukti jarang berkantor dan tidak berdampak pada PAD, segera dilakukan rotasi,” pintanya.
Jika rotasi telah dijalankan, HIMMAH Sumut meminta kepada Plt Bupati Langkat untuk segera menempatkan pejabat yang punya visi dan ada di tempat.
“Kami butuh Kadis yang berani turun ke TPI, ke tambak, ke nelayan. Bukan pejabat “kantor virtual,” cetusnya.
HIMMAH Sumut berharap, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat bisa membuat Roadmap peningkatan PAD dari Sektor Kelautan. “Kabupaten Langkat harus malu kalau PAD nya masih kalah dengan daerah lain padahal laut kita lebih luas,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, sektor kelautan dan perikanan adalah masa depan Langkat. “Jangan sampai karena manajemen yang buruk dan pimpinan yang tidak hadir, potensi puluhan miliar PAD ini terbuang sia-sia,” bebernya.
HIMMAH SUMUT berkomitmen akan terus mengawal PAD dari sektor perikanan dan kelautan. “Kami siap turun ke TPI, ke tambak, untuk memastikan uang rakyat benar-benar masuk ke kas daerah, bukan bocor di tengah jalan. Langkat butuh pemimpin dinas yang hadir, bukan yang hanya ada di SK,” ujarnya.
Hingga berita ini dimuat, wartawan belum mendapat keterangan dari Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat, perihal dugaan jarang berkantor.
Pihak media online portibi.id masih terus membuka ruang dan akan memperbarui berita ini, apabila, Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Langkat telah memberikan keterangan resmi terkait kebenaran atas dugaan jarang berkantor.
Atas pemberitaan ini, redaksi menerima klarifikasi atau bantahan dari pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat, bilamana ada kesalahan dalam penulisan.(red/tim)




















