Asahan (Portibi DNP): Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si dan Wakil Bupati Asahan Rianto,SH, MAP Beserta Para OPD Ikuti Kegiatan Exit Meeting Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Percontohan Anti Korupsi, Rabu (06/05/2026)=Pukul 16.00 Wib, yang bertempat di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan.
Kegiatan ini merupakan Program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang Kabupaten/Kota Percontohan Anti Korupsi.
Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Selain itu tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen perangkat daerah dalam pencegahan korupsi.
Mendorong terwujudnya pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Mengevaluasi hasil pelaksanaan Bimtek serta merumuskan tindak lanjut perbaikan ke depan.
Untuk Kegiatan Exit Meeting Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Percontohan Anti Korupsi turut dihadiri oleh Bupati Asahan, Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Para Asisten dan Staf Ahli, Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya Perwakilan KPK (Rino Haruno) menyampaikan bahwa selama beberapa hari pelaksanaan Bimtek telah dilakukan pembinaan kepada seluruh elemen pemerintah daerah. Telah dilakukan kunjungan ke berbagai unit pelayanan publik, seperti: RSUD Kabupaten Asahan, Mall Pelayanan Publik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Dan dari hasil kunjungan tersebut menunjukkan adanya perbaikan, khususnya pada pelayanan di RSUD Kabupaten Asahan.
Menurut Perwakilan KPK Rino Haruno menekankan bahwa program harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat, mendorong setiap OPD menetapkan target yang jelas dalam implementasi program, Mengapresiasi Dinas Pendidikan atas evaluasi pendidikan antikorupsi.” Menyampaikan pentingnya tindak lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) sektor pendidikan dan serta Mendorong penetapan calon agen perubahan (Paksi) untuk 10 penyuluh antikorupsi,” ujarnya.
Ditempat yang sama Bupati Asahan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada KPK atas bimbingan dan pendampingan.
Bahwa kegiatan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah daerah, serta menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengembangkan aplikasi sebagai pusat pemberitahuan informasi kepada masyarakat,.
” Berkomitmen melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang ada dan menekankan pentingnya pelayanan yang transparan dan responsif,” ujar Bupati Asahan.
Masih menurut Bupati Asahan kegiatan exit meeting ini menjadi suatu momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. ” Diharapkan seluruh perangkat daerah dapat menindaklanjuti hasil Bimtek secara konsisten guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. AR




















