Kades Sidua-dua ‘Biayai’ Proyek Desa dengan Uang Pribadi

 

LABURA(Portibi DNP): Kepala Desa Sidua-dua, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura), Syahrul Hidayat belakangan ini diketahui mendanai salah satu proyek desa berupa pembangunan parit sepanjang ± 300 meter menggunakan uang pribadi.

Hal itu diakui Hidayat kepada Portibi DNP, Kamis, 23 Januari 2025, kala dikonfirmasi melalui layanan chatting whatsapp. “ Bisa dikatakan memakai uangku pribadi, “ tulis Hidayat menjawab pertanyaan Portibi DNP.

Namun sayang, pembiayaan proyek memakai uang pribadi Hidayat ini ternyata bukanlah berawal dari niat baiknya untuk menyumbangkan uang pribadinya. Setelah ditelisik, ternyata Hidayat, mau tidak mau, terpaksa harus merelakan puluhan juta uangnya untuk membayar pembangunan parit di Dusun IX Desa Sidua-dua.

Baca: Wali Kota Medan dan Bupati Asahan Hadiri HUT ke-16 Kabupaten Labura

Kondisi ini terjadi karena sebelumnya pembangunan parit yang direncanakan Hidayat sepanjang ± 300 meter di Dusun IX di desanya ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Kondisi teranyar, pada Rabu, 22 Januari 2025, bangunan itu tampak masih mangkrak. Ditaksir baru selesai sekitar ± 40 %, sedangkan sisanya masih berupa bentangan parit yang dipenuhi tumpukan sampah dan semak belukar.

Hidayat beralasan, faktor alam yang tidak bersahabat menjadi kendala utama tidak rampungnya proyek pembangunan parit tersebut. Khawatir tidak rampungnya bangunan itu menjadi temuan, Hidayat pun memutuskan untuk mengembalikan 100 % anggaran membangun parit itu ke rekening desa. Diyakini anggaran itu akan masuk ke SiLPA ( Sisa Lebih Penggunaan Anggaran), karena tidak dipergunakan sampai habis tahun anggaran.

Hal inilah yang kemudian membuat Hidayat, mau tidak mau, antara rela dan tidak harus menutupi pembiayaan pembangunan proyek mangkrak yang sudah terlanjur dimulai itu dengan uang pribadinya.

Baca: Razia Pekat, Satpol PP Labura dan TNI-Polri Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri

“ Yang direncanakan tak semuanya berjalan mulus. Bahkan nasi yang disuap pun bisa terjatuh padahal sudah mendekati mulut. Itulah resiko jabatan, “ curhat Hidayat mengakhiri pembicaraan. (renz).

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar