Lahan Sawit 5 Hektare Diduga Di Bakar, DPD Yayasan Barrata Minta Pelaku Diproses Hukum

 

BENGKALIS(Portibi DNP) : Kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit milik Bapak A. Marbun di wilayah Desa Pangkalan Libut Kecamatan Pangkalan Pinggir terletak di mandar-

Kabupaten Bengkalis, Riau, terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar sore hari.

Lahan tersebut diketahui memiliki luas sekitar 10 hektare. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 5 hektare tanaman kelapa sawit terdampak kebakaran, sementara sekitar 5 hektare lainnya berhasil terhindar dari api.

Lahan perkebunan tersebut merupakan lahan yang dibeli oleh A. Marbun dari Ninimamak dan telah ditanami kelapa sawit.

Terkait kejadian tersebut, diperoleh informasi bahwa seseorang yang diduga sebagai pelaku pembakaran lahan telah diamankan oleh aparat TNI/Polri di wilayah Kabupaten Bengkalis. Namun, informasi mengenai identitas dan proses hukum terhadap terduga pelaku masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

DPD Yayasan Barrata Indonesia meminta aparat penegak hukum agar kasus tersebut ditangani secara serius dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila dugaan tersebut terbukti.

“Kami meminta agar siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran lahan diproses secara tegas sesuai hukum. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali dan merugikan pemilik lahan maupun masyarakat,” ujar pihak DPD Yayasan Barrata.

Menurut DPD Yayasan Barrata, pembakaran lahan tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemilik perkebunan, tetapi juga berpotensi mengganggu lingkungan dan membahayakan masyarakat sekitar apabila api meluas.

DPD Yayasan Barrata juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika menemukan adanya aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

Untuk memastikan kronologi, penyebab kebakaran, serta status hukum orang yang diamankan, pihak terkait diharapkan memberikan keterangan resmi kepada publik.TS

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar