Akumulasi Kerugian PDAM Tirta Wampu Sampai Dengan 31 Desember 2025

 

LANGKAT (Portibi DNP) : Akumulasi kerugian sampai dengan 31 Desember 2025 berdasarkan LK PDAM Tirta Wampu Tahun 2025 sebesar Rp50.700,487.859.

Akumulasi tersebut dicatat dan tertulis pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Langkat tahun 2025, nomor : 66.A/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.01/06/5/2026, tanggal 26 Mei 2026.

Berikut penjelasan yang dikutip pada LHP tersebut, terkait akumulasi kerugian sampai dengan 31 Desember 2025 berdasarkan LK PDAM Tirta Wampu Tahun 2025 sebesar Rp50.700,487.859.

Pemkab Langkat memiliki penyertaan modal 71,00% (kepemilikan) dari modal yang disetor kepada PDAM Tirta Wampu.

PDAM Tirta Wampu mengalami kerugian dengan kerugian sampai dengan Tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp50.700.487.859 dan Rp51.060.771.985.

Penyertaan modal Pemkab Langkat pada PDAM Tirta Wampu sampai dengan 31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut.

Saldo TA 2005

31 Desember 2025 : Rp560.611.011

31 Desember 2024 : Rp560.611.011

Penambahan Tahun Anggaran 2026

31 Desember 2025 : Rp2.000.000.000

31 Desember 2024 : Rp2.000.000.000

Pembayaran Utang PDAM Tirta Wampu Kepada Pihak Ketiga sebesar Rp758.829.600, yaitu kepada :

CV Budi Kencana

31 Desember 2025 : Rp335.799.000

31 Desember 2024 : Rp335.799.000

CV Rezeki Abadi

31 Desember 2025 : Rp423.030.600

31 Desember 2024 : Rp423.030.600

Penambahan Tahun Anggaran 2009

31 Desember 2025 : Rp2.000.000.000

31 Desember 2024 : Rp2.000.000.000

Eks Penyertaan Pemerintah Pusat Melalui DIP Proyek Peningkatan Sarana Air Bersih Sumatera Utara

31 Desember 2025 : Rp6.815.105.327

31 Desember 2024 : Rp6.815.105.327

Koreksi Audit BPK Tahun 2011

31 Desember 2025 : (Rp377.520)

31 Desember 2024 : (Rp377.520)

Penyertaan Modal (Jaringan Air)

31 Desember 2025 : Rp22.706.232.828

31 Desember 2024 : Rp22.706.232.828

Penyertaan Modal (Mesin Pompa)

31 Desember 2025 : Rp692.288.900

31 Desember 2024 : Rp692.288.900

Penyertaan Modal (Non Kas)

31 Desember 2025 : Rp46.220.073.000

31 Desember 2024 : Rp46.220.073.000

Sub Jumlah

31 Desember 2025 : Rp81.752. 763.144

31 Desember 2024 : Rp81.752.763.144

Akumulasi Kerugian Tahun Sebelumnya

31 Desember 2025 : (Rp51.060.771.985)

31 Desember 2024 : (Rp51.477.771.581)

Penyesuaian Laba Ditahan

31 Desember 2025 : Rp-

31 Desember 2024 : Rp-

Koreksi L/R Tahun

31 Desember 2025 : Rp-

31 Desember 2024 : Rp-

Laba/(Rugi) Tahun Berjalan

31 Desember 2025 : Rp360.284.126

31 Desember 2024 : Rp416.999.596

Jumlah

31 Desember 2025 : (Rp50.700.487.859)

31 Desember 2024 : (Rp51.060.771.985)

Nilai Investasi Menurut Metode Ekuitas (71%)

31 Desember 2025 : Rp45.782.537.311.58

31 Desember 2024 : Rp45.526.928.304.19

Pada Tahun 2016 penambahan Penyertaan Modal pada PDAM Tirta Wampu sebesar Rp46.220.073.000, berdasarkan Permendagri RI Nomor 48 tahun 2016 tentang Pedoman Penerimaan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Penyertaan Modal pemerintah Daerah kepada PDAM, dalam rangka Penyelesaian hutang PDAM kepada Pemerintah Pusat Secara Non Kas, dan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 31/PMK.05/2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Piutang Negara yang bersumber dari penerusan Pinjaman Luar Negeri, Rekening Dana Investasi dan Rekening Pembangunan Daerah pada PDAM.

Metode pencatatan atas penyertaan modal pada PDAM Tirta Wampu sejak dilakukan dengan metode ekuitas.

Pemkab Langkat telah menyertakan modal sejak TA 2005 sampai dengan tahun 2025 sebesar Rp81.752.763.144.

Akumulasi kerugian sampai dengan 31 Desember 2025 berdasarkan LK PDAM Tirta Wampu Tahun 2025 sebesar

Rp50.700,487.859.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar