PT.Permata Hijau Indonesia DiDemo Dengan Berbagai Tuntutan

 

Pelalawan(Portibi DNP): Kecamatan Pangkalan Kuras Desa Kemang,Kamis (30/Mei/2026).Aksi ini diikuti oleh sekitar 300 orang yang membawa spanduk dan peralatan lainnya.

Aksi dipimpin oleh Josef Sihombing yang menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan.

Massa aksi menyampaikan keluh kesah yang dirasakan masyarakat selama ini atas kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yang menutup anak sungai hingga merugikan masyarakat dan masyarakat juga tidak pernah merasakan CSR PT. Permata Hijau Indonesia yang selama ini tidak pernah ada kejelasan dari pihak perusahaan.

Penutupan anak sungai disebut telah mengganggu kehidupan warga, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga sumber penghidupan. Di sisi lain, janji perusahaan melalui program CSR belum dirasakan, sementara pola kemitraan KKPA yang diharapkan tak kunjung terealisasi.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka sendiri.

Josef Sihombing selaku Kordinator Utama menyampaikan, kami menilai PT.Permata Hijau Indonesia telah melakukan kejahatan lingkungan dan sosial pada hari ini,kami sangat kecewa sebagai masyarakat yang tinggal di areal operasional kami tidak pernah mendapatkan hak kami tapi kami hanya mendapatkan dampak lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Aksi ini bukan hanya tentang tuntutan, tetapi tentang harapan masyarakat agar dapat hidup berdampingan secara adil dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka.

“Kami memberikan waktu 2 Minggu kepada pihak perusahaan untuk meminta manajemen memberikan kepastian dan tanggapan atas tuntutan yang kami sampaikan,jika dalam dalam waktu tersebut tidak ada kepastian kami akan datang melakukukan aksi demo dengan massa yang lebih banyak lagi dari hari ini dan kami akan menyurati dan meminta pemerintah daerah Pelalawan untuk turun dalam menyelesaikan pemasalahan ini,” tegas Josef.

Massa berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi serta memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi.TS

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar