Pengelolaan Dana Desa Panggautan Kecamatan Natal Disinyalir Terselubung, Inspektorat Mandailing Natal Diduga Tutup Mata

 

Mandailing Natal ( Portibi DNP): Instansi terkait di Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, eksistensi dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Negara, marwahnya dicoba oleh seorang pimpinan Desa, seperti keja dian di Kecamatan Natal, Kepala Desa Panggautan Kecamatan Natal Kab.Mandailing Natal, entah sengaja atau tidak, Kepala Desa yang memimpin di Desa tersebut, dari tahun 2017/22, pengelolaan Dana Desa yang dianggarkan oleh Pemerintah tersebut semuanya disinyalir bermasalah.

Hal ini di ketahui Portibi DNP, berkaitan dengan adanya Surat Laporan masyarakat Desa Panggautan Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal ke Dinas PMD ( Pemberdayaan Masyarakat Desa ) dengan tembusan surat ke Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi SU, Kejari Madina, Bupati Madina, Ketua DPRD Madina, Inspektorat Madina.

 

Pada dasarnya, warga masyarakat Panggautan Kecamatan Natal, merasa heran ke beberapa Instansi terkait di Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, khususnya Inspektorat Kabupaten Madina, karena pelanggaran yang dilakukan Kepala Desa ini setiap tahun terjadi.

namun anehnya Inspektorat Kabupaten kok diam saja, kata masyarakat Panggautan yang meminta ke Portibi DNP namanya jangan di tulis, selanjutnya masyarakat tersebut sangat berharap dengan serius, kiranya Bupati H.M.Ja’far Sukhairi Nasutio, memerintahkan Instansi tersebut secepatnya untuk memeriksa oknum Kepala Desa yang diduga Kebal Hukum.**

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..