Datuk Iskandar Muda Dorong Audit Proyek Pengendalian Banjir di Kota Medan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Datuk Iskandar Muda, A.Md, kembali menyoroti masalah banjir yang terus berulang di Kota Medan.

Ia menilai berbagai proyek pengendalian banjir yang dibangun pemerintah seperti kolam retensi, U-ditch, dan drainase belum bekerja optimal meski menelan anggaran besar.

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mendorong dilakukannya audit teknis terhadap seluruh proyek pengendalian banjir dan mempublikasikan hasilnya kepada masyarakat agar penggunaan anggaran lebih transparan.

“Hari ini kita sudah memiliki kolam retensi yang dibangun dengan biaya puluhan miliar, sampai saat ini belum mampu menahan puncak banjir,”ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Pemasangan U-ditch dinilainya hanya bersifat parsial dan tidak terhubung ke jaringan drainase utama, sehingga tidak menyelesaikan persoalan dari hulu ke hilir, begitu juga dengan proyek pengendali banjir lainnya.

Untuk itu legislator daerah pemilihan (Dapil) III, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur dan Deli ini mendorong adanya audit teknis terhadap seluruh proyek ini sehingga hasilnya bisa kita ketahui guna menyimpulkan langkah ke depan dalam pengendalian masalah banjir.

Menurut Datuk, akar masalah banjir di Medan adalah perencanaan proyek yang tidak terintegrasi, sedimentasi dan sampah yang menumpuk, pembebasan lahan yang tersendat, serta koordinasi antarinstansi yang lemah. “Bukan kurang proyek, tapi proyeknya tidak terhubung. Ini masalah tata kelola,” tegasnya.

Iskandar meminta Pemko bertindak cepat, mulai dari normalisasi drainase dan sungai, pengoperasian pompa darurat, penertiban pembuangan sampah ke saluran air, hingga percepatan pembebasan lahan kolam retensi.

“Kalau penanganan tidak dibenahi segera, kerugian masyarakat terus berulang dan kepercayaan publik akan turun,” ujarnya.

Datuk Iskandar Muda menekankan bahwa solusi teknis sebenarnya sudah ada. Namun tanpa perencanaan terpadu, pemeliharaan yang konsisten, serta koordinasi lintas lembaga yang solid, Kota Medan akan terus berhadapan dengan banjir tahunan.

Ia meminta Pemko Medan bergerak cepat dan tepat agar warga tidak lagi menjadi korban buruknya pengelolaan pengendalian banjir.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar