Sri Rezeki Minta Pemerintah Evaluasi Total Penetapan Desil 

 

MEDAN (Portibi DNP) : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Hj. Sri Rezeki, AMd., menyoroti buruknya akurasi data desil.

Banyak ditemukan kasus warga dengan kondisi ekonomi sulit tapi justru masuk ke dalam kategori desil tinggi. Sehingga mereka kehilangan hak untuk memperoleh bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Desil masih menjadi masalah. Banyak warga yang kondisinya susah, tetapi desilnya malah tinggi sehingga tidak dapat bantuan,” ujar Sri Rezeki, Jumat (18/9/2026).

Menurut Sri Rezeki, permasalahan utama yang paling krusial adalah adanya perubahan status desil keluarga yang melonjak naik secara tiba-tiba ke kategori mampu (Desil 5–10) di dalam sistem.

Lonjakan status ini kata politisi perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, terjadi secara sepihak tanpa adanya verifikasi lapangan yang valid.

Dampak dari error sistem ini dinilai sangat fatal. Banyak siswa dari keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan justru kehilangan hak aksesnya secara mendadak.

Seperti program Bansos,  Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, dan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Sri berharap penetapan desil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan meminta pemerintah segera melakukan evaluasi total.

“Sistem ini terkadang menciptakan ketidakadilan. Kami mengusulkan agar indikator desil tidak lagi dijadikan sebagai tolok ukur tunggal dalam penyaluran bantuan sosial,” tegasnya.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar