Banda Aceh(Portibi DNP): Kiprahnya sebagai Kepala Sekolah SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh Ustad Rahmat Riski, S.Ag., M.Ag yang juga merupakan Sekretaris PW Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Aceh dan Sekretaris Umum PW Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Banda Aceh
Ketaqwaan dan Keimanan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis dan sebagai bekal kembali ke akhirat.
Sekretaris Umum PW Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Banda Aceh menyampaikan, hal itu dalam khutbah Jum’at di Masjid Al-Muttaqin, Peunayong Kecamatan Kuta Alam, 20 Juni 2025 bertepatan dengan 24 Dzulhijjah 1446 H.
Dai Muda Ustadz Riski mengatakan, di era globalisasi dan modernisasi, di mana arus informasi dan teknologi terus berkembang, iman dan takwa yang kuat menjadi landasan moral dan spiritual yang membantu seseorang menjaga diri dari pengaruh negatif serta tetap konsisten dalam menjalani kehidupan yang benar. Membutuhkan benteng yang kuat untuk menangkal hal-hal negatif yang muncul dan perlu upaya memanfaatkan dampak positifnya secara maksimal untuk kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba, 50 Personil Polda Sumut Razia di Perbatasan Sumut – Aceh
Ketakwaan adalah kesadaran kita akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan yang membuat kita selalu berhati-hati dalam bertindak, untuk menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, dan melaksanakan perintah-Nya dengan sepenuh hati.
” Takwa adalah bentuk rasa takut kepada Allah yang diiringi kewaspadaan dan tanggung jawab moral yang memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu mempertimbangkan nilai-nilai religius,” ungkap Ustadz Riski,yang juga sebagai Kepala Sekolah SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh.
Menurut Ustadz Riski, Keimanan adalah percaya dan yakin kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya yang memberikan ketenangan batin dan rasa percaya diri dalam menghadapi cobaan dan tantangan hidup. Dengan iman yang kuat, kita tidak mudah tergoyahkan oleh godaan dunia karena yakin dan percaya bahwa setiap peristiwa yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang besar dan penuh hikmah.
Oleh karena itu, Perkembangan ilmu dan teknologi seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, banyak manfaat yang bisa kita digunakan dalam menunjang aktivitas kehidupan, seperti perkembangan yang pesat dalam teknologi internet dengan berbagai penemuan yang canggih seperti mesin pencarian yang bisa mencari data dalam hitungan detik.
Pada bagian lain khutbahnya, Ustadz Riski menjelaskan , begitu juga penemuan media sosial yang memudahkan kita berinteraksi dengan orang lain tanpa sekat waktu dan tempat melalui handphone, smartphone dan sejenisnya yang di zaman ini tidak bisa lepas dari aktivitas keseharian, bahkan kita merasakan bahwa dunia sudah berada dalam genggaman kita.
Ia menambahkan, perkembangan internet dengan kemudahan-kemudahan tersebut tidaklah hanya membawa dampak positif, di sisi lain mengintai dampak negatif yang lambat laun, jika tidak diwaspadai, akan memberi dampak buruk bagi kehidupan manusia. Dengan kemudahan berkomunikasi dan mudahnya mengakses informasi, prilaku yang tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan sosial akan cenderung kepada peradaban manusia yang berubah pada Aman jahiliah,kurang selektif dan tidak bijak dalam berinteraksi di dunia maya bisa berakibat buruk.
Diakhir khutbahnya Ustadz Riski, menyampaikan, sudah seharusnya kita memanfaatkan teknologi untuk terselenggaranya kebaikan dan menggunakannya dengan bijak untuk kemaslahatan umat dengan berdakwah, mencari ilmu yang bermanfaat, dan membantu sesama.YA




















