KARO (Portibi DNP): Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Karo Tahun Anggaran (TA) 2025 mengungkap adanya dugaan indikasi permasalahan administratif dan akurasi dalam pemungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya pada sektor restoran dan perhotelan.
Berdasarkan LHP BPK Nomor: 62.B/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.01/05/2026 tertanggal 26 Mei 2026 terkait Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan, pemeriksaan sampel secara uji petik menemukan adanya pemungutan PBJT Restoran dan Hotel yang diduga tidak didukung dokumen Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).
Sebagai gantinya, pemungutan tersebut dilaporkan langsung menggunakan penerbitan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD).
Sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.15.5-306 Tahun 2024 serta tindak lanjut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), Pemkab Karo telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karo Nomor 01 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Penerapan perda tersebut berdampak pada perubahan pemetaan (mapping) nomenklatur dan kodefikasi rekening Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rekening yang sebelumnya dicatat sebagai Pajak Hotel kini dialihkan ke akun PBJT-Jasa Perhotelan yang dianggarkan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karo.
Berdasarkan data LHP BPK, perincian realisasi penerimaan pajak hotel dari berbagai tingkatan kelas akomodasi di Kabupaten Karo tercatat sebagai berikut:
Pajak Hotel (Akun Lama): Realisasi TA 2024 tercatat sebesar Rp10.183.523.769,28, sedangkan realisasi TA 2025 tercatat Rp0 akibat adanya transisi pemetaan nomenklatur rekening.
PBJT Hotel (Akun Baru): Realisasi TA 2025 tercatat sebesar Rp9.032.865.629,53, sedangkan TA 2024 tercatat Rp0.
Penerimaan Pajak Hotel TA 2024 mencakup kontribusi dari berbagai kategori penginapan, di antaranya:
Pajak Hotel Bintang 5
1. Mikie Holiday Resort dan Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp3.649.662.125
2. Grand Mutiara Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp2.098.956.727
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp5.748.618.852
Pajak Hotel Bintang 4
1. Sinabung Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp1.214.342.480
2. Hotel Sibayak Internasional
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp990.241.637
3. Green Garden Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp59.616.728
4. Taman Resort Simalem
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp518.720.115
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp2.782.920.960
Pajak Hotel Bintang 3
1. Rudang Hotel dan Resort
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp139.591.000
2. Brastagi Cottage
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp397.242.633
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp536.833.633
Pajak Hotel Bintang 2
1. Grand Orri Berastagi
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp270.808.920
2. Danau Toba International Cottage
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp56.542.377
3. Bukit Kubu Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp278.950.830
4. Hotel Grand Pinus
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp28.581.705
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp634.883.832
Pajak Hotel Melati 3
1. Dien Karona Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp5.842.000
2. Losmen Kalang Ulu
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp148.540.004
3. Uluna Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp85.830.636,28
4. Hotel Melati “Ginsata”
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp900.000
5. Guest House Simole
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp86.723.908
6. Hotel Suite Pakar
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp24.000.000
7. Villa Grand Orri
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp19.828.086
8. 3 Berastagi Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp1.350.000
9. Villa Takasima Berastagi
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp27.413.825
10. Penginapan Arihta
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp2.250.000
11. Hotel Juma Eluk
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp6.000.000
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp0
Realisasi TA 2024 : Rp408.678.459,28
Realisasi Pajak Hotel-Losmen TA 2025 dan 2024 sebesar Rp0 dan Rp71.588.033.
Penerimaan PBJT Hotel TA 2025 mencakup kontribusi dari berbagai kategori penginapan, di antaranya:
PBJT Hotel Bintang 5
1. Mikie Holiday Resort dan Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp3.432.025.706
Realisasi TA 2024 : Rp0
2. Grand Mutiara Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp1.725.085.580
Realisasi TA 2024 : Rp0
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp5.157.111.286
Realisasi TA 2024 : Rp0
PBJT Hotel Bintang 4
1. Sinabung Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp1.097.084.606
Realisasi TA 2024 : Rp0
2. Hotel Sibayak Internasional
Realisasi TA 2025 : Rp704.843.611
Realisasi TA 2024 : Rp0
3. Green Garden Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp46.514.545
Realisasi TA 2024 : Rp0
4. Taman Resort Simalem
Realisasi TA 2025 : Rp421.665.616
Realisasi TA 2024 : Rp0
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp2.270.108.378
Realisasi TA 2024 : Rp0
PBJT Hotel Bintang 3
1. Rudang Hotel dan Resort
Realisasi TA 2025 : Rp132.822.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
2. Brastagi Cottage
Realisasi TA 2025 : Rp357.787.734
Realisasi TA 2024 : Rp0
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp490.609.734
Realisasi TA 2024 : Rp0
PBJT Hotel Bintang 2
1. Grand Orri Berastagi
Realisasi TA 2025 : Rp166.407.511
Realisasi TA 2024 : Rp0
2. Danau Toba International Cottage
Realisasi TA 2025 : Rp79.308.362
Realisasi TA 2024 : Rp0
3. Bukit Kubu Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp245.074.816
Realisasi TA 2024 : Rp0
4. Hotel Grand Pinus
Realisasi TA 2025 : Rp20.492.477
Realisasi TA 2024 : Rp0
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp511.283.166
Realisasi TA 2024 : Rp0
PBJT Hotel Melati 3
1. Dien Karona Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp5.025.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
2. Losmen Kalang Ulu
Realisasi TA 2025 : Rp138.300.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
3. Uluna Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp117.171.726,53
Realisasi TA 2024 : Rp0
4. Hotel Melati “Ginsata”
Realisasi TA 2025 : Rp1.800.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
5. Guest House Simole
Realisasi TA 2025 : Rp77.932.999
Realisasi TA 2024 : Rp0
6. Hotel Suite Pakar
Realisasi TA 2025 : Rp23.500.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
7. Villa Grand Orri
Realisasi TA 2025 : Rp17.378.985
Realisasi TA 2024 : Rp0
8. 3 Berastagi Hotel
Realisasi TA 2025 : Rp1.050.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
9. Villa Takasima Berastagi
Realisasi TA 2025 : Rp27.764.750
Realisasi TA 2024 : Rp0
10. Penginapan Arihta
Realisasi TA 2025 : Rp1.000.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
11. Hotel Juma Eluk
Realisasi TA 2025 : Rp6.000.000
Realisasi TA 2024 : Rp0
Jumlah
Realisasi TA 2025 : Rp416.923.460,53
Realisasi TA 2024 : Rp0
Realisasi PBJT hotel-losmen TA 2025 dan 2024 sebesar Rp0 dan Rp186.829.605.
Dalam proses konfirmasi dan wawancara BPK dengan Kasubid Penagihan dan Penindakan serta Kasubid Pengolahan Data, Pelaporan, dan Sistem Informasi Bapenda Kabupaten Karo, terungkap beberapa kondisi penagihan di lapangan:
Penerbitan Dokumen: SPTPD diterbitkan apabila wajib pajak menyampaikan laporan penjualan secara mandiri. Namun, bagi wajib pajak yang tidak menyampaikan laporan—seperti usaha kedai kopi, rumah makan, losmen, dan hotel melati yang tidak memiliki pencatatan pembukuan—petugas penagih langsung menerbitkan SSPD saat pembayaran dilakukan.
Dasar Penetapan Pajak: Mengingat belum tersedianya jabatan fungsional pemeriksa pajak di Bapenda Kabupaten Karo untuk melakukan penetapan secara jabatan (ex-officio), besaran nilai pajak yang dipungut disesuaikan dengan nilai kesanggupan yang diserahkan oleh wajib pajak saat penagihan.
Bukti Pembayaran: Pembayaran secara lunas atas dasar kesanggupan tersebut langsung diberikan bukti berupa SSPD oleh petugas penagih di lapangan.
BPK menilai kondisi tersebut diduga tidak sejalan dengan ketentuan Pasal 125 ayat (1) Perda Kabupaten Karo Nomor 01 Tahun 2024. Akibatnya, pencatatan dan penerimaan PBJT Restoran dan PBJT Hotel dinilai belum sepenuhnya akurat dan andal.
BPK menyimpulkan permasalahan ini terjadi akibat kurangnya pengawasan dan pengendalian dari Kepala Bapenda atas mekanisme pemungutan, serta belum optimalnya petugas di lapangan dalam menerapkan dasar penetapan sesuai aturan yang berlaku.
Menanggapi hasil temuan pemeriksaan tersebut, Bupati Karo melalui Kepala Bapenda menyatakan sependapat dengan temuan BPK dan berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi perbaikan sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku. (red/tim)





















