Saipul Bahri Ajak Warga Manfaatkan Program Tebus Ijazah Pemko Medan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Saipul Bahri mengajak  warga Kota Medan, manfaatkan program tebus ijazah Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Sebab kata legislator Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan ini program tebus ijazah ini sangat bermanfaat dan berguna ke depannya.

“Program tebus ijazah ini sangat bermanfaat, dan berguna ke depannya. Namun masih sedikit warga Kota Medan yang memanfaatkannya,”ujar Saipul Bahri di Medan, Sabtu (19/9/2026).

Saipul mengaku, tidak sedikit warga Kota Medan, khususnya di wilayah utara tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, akibat ijazahnya tertahan di sekolah karena tidak dapat diambil akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Program tebus ijazah ini, sebut politisi Partai NasDem tersebut, merupakan salah satu program Pemko Medan dalam menanggulangi kemiskinan kota.

Tujuannya, kata Saipul untuk membantu anak-anak Kota Medan jenjang SD dan SMP/MTs yang ijazahnya tertahan di sekolah akibat belum mampu melunasi tunggakan biaya pendidikan, karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Harusnya, kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan itu, program tebus ijazah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga Kota Medan, khususnya wilayah utara.

“Tahun ini, Pemko Medan menargetkan 1.000 untuk program ini. Hingga kini baru terealisasi 278. Kan sedih kita melihat ini, hanya 25% lebih terealisasi,” ujarnya.

Di sisa tahun anggaran berjalan ini, Saipul, mengimbau sekaligus mengajak warga Kota Medan, khususnya wilayah utara dapat memanfaatkan program tebus ijazah ini, sehingga anak-anak Medan Utara dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kalau dia tingkat SD bisa melanjutkan ke SMP/MTs. Kalau dia tingkat SMP/MTs bisa melanjutkan ke tingkat SMA/SMK,”ungkapnya.

Menurut Saipul, pendidikan ini penting, karena berkaitan erat dengan tingkat kemiskinan. Tidak bermaksud menjustifikasi.

” Kalau cuma tamat SD atau SMP, kita mau kerja apa, perusahaan juga tidak mau menerima. Akhirnya, kerja serabutan dan kehidupan ekonomi pun tidak menentu,” Jelasnya.

Sebelumnya, Pemko Medan di bawah kepemimpina Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap meluncurkan Program Tebus Ijazah.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menunjukkan, program tersebut menargetkan 1.000 siswa penerima bantuan pada 2026.

Hingga kini, 278 siswa dari keluarga tidak mampu telah menerima bantuan untuk menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan dan mendapatkan ijazah.

Bantuan diberikan berdasarkan data dan bukti tunggakan disampaikan pihak sekolah. Tunggakan dibayarkan mencakup SPP dan biaya pendidikan lainnya dengan nilai maksimal Rp2,5 juta untuk setiap siswa. P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar