Raker I PWPM, Rico Waas Dorong Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan

 

MEDAN (Portibi DNP) : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organisasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pertama PWPM Tahun 2026 di Hotel Madani, Medan, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan apresiasi kepada anak-anak para jurnalis yang berprestasi.

Rico mengatakan, Raker pertama menjadi momentum bagi PWPM untuk membangun organisasi yang lebih profesional, bukan sekadar menjadi paguyuban wartawan. Menurutnya, legalitas dan aturan organisasi juga penting sebagai dasar dalam menjalankan organisasi.

“Kami menganggap PWPM ini sebuah organisasi yang tidak hanya sekadar dibuat sebagai paguyuban saja, tetapi harus bisa menjadi pemikir dan bagaimana arah kebijakan setidaknya bisa dijaga,” ujar Rico Waas di hadapan Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, Ketua Panitia Prans Hasibuan, beserta jajaran pengurus.

Rico menilai wartawan memiliki peran penting dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah sekaligus menyampaikan saran dan masukan. Karena itu, organisasi harus memiliki struktur yang baik, benar, dan profesional sehingga insan pers di dalamnya dapat menjunjung tinggi profesionalisme.

“Sebuah organisasi yang berkembang menjadi profesional tentunya insan-insan pers yang di dalamnya akan menjunjung tinggi profesionalisme tersebut, sehingga pemberitaan-pemberitaan kita semakin berkualitas, semakin baik,” kata Rico Waas yang hadir didampingi, Kadis Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Kota M Andi Syahputra, Kabag Prokopim Arafat Syam dan jajaran Pemko Medan.

Rico juga mengingatkan wartawan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berbagai platform media, mulai dari media daring, YouTube, TikTok, Reels, Instagram, hingga Facebook.

“Kami mengharapkan di Raker ini juga bisa dirumuskan bagaimana cara ke depannya rekan-rekan wartawan bisa mengkanalisasi pola pemberitaan, supaya pemberitaan semakin banyak platform yang bisa dipakai,” ungkapnya.

Selain kemampuan beradaptasi, Rico menekankan pentingnya kapasitas dan integritas wartawan. Ia mengatakan, pemberitaan positif maupun negatif tetap dapat disampaikan selama berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemberitaan yang baik, buruk, ataupun netral, selama berdasarkan sebuah realitas dan memang bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa ini sah-sah saja. Tapi kalau misalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

Rico juga mendorong PWPM tidak hanya menghasilkan berita, tetapi melahirkan karya kreatif mengenai sejarah, kebudayaan, kuliner, dan pariwisata Kota Medan.

Ia juga membuka peluang pengembangan karya melalui podcast dengan menghadirkan Wali Kota, camat, maupun pimpinan perangkat daerah.

“Kita punya kuliner, punya kebudayaan. Rekan-rekan juga memiliki kapasitas untuk menulis hal tersebut. Kami mendorong ini bisa menjadi karya tulis-karya tulis yang bisa kita sebarkan,” katanya.

Rico berharap Raker Pertama PWPM menjadi titik awal organisasi untuk semakin maju, profesional, dan mampu memberikan kontribusi melalui pemberitaan serta karya jurnalistik berkualitas bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rapat Kerja Pertama PWPM Medan ini. Mudah-mudahan berjalan dengan baik. Terima kasih juga kepada Pak Ketua bersama seluruh panitia. Pak Ketua, kami harapkan bisa menjadi pemimpin yang baik dan adil bagi para anggotanya, memberikan pencerahan, masukan, serta mengayomi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWPM M. Edison Ginting mengatakan, Raker pertama bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum untuk menentukan arah kebijakan, menyusun program kerja, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pengabdian organisasi kepada anggota, Pemko Medan, dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya wartawan menjaga objektivitas, profesionalisme, dan kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, setiap berita harus disajikan secara akurat, berimbang, dan melalui konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.

“Wartawan itu tidak hanya menerima informasi dari sebelah pihak, tapi juga harus ada konfirmasi dari yang bersangkutan yang kita beritakan,” ujar Edison yang akrab dijuluki Cobra.

Edison juga mengajak seluruh pengurus dan anggota meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, serta penguasaan teknologi informasi. Ia berharap kekompakan dan persaudaraan terus dijaga dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sebelumnya, Panitia pelaksana Raker PWPM, Prans Hasibuan, mengatakan sebanyak 21 anak wartawan tingkat SD, SMP, dan SMA menerima apresiasi atas prestasi yang diraih, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, pemberian apresiasi tersebut menjadi nilai lebih dalam pelaksanaan Raker PWPM yang tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi.

“Rapat kerja ini sebenarnya hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Namun, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting memiliki niat agar rangkaian kegiatan ini memiliki nilai lebih. Karena itu, ada apresiasi kepada anak-anak kita yang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Prans.

Ia menambahkan, Raker PWPM juga akan membahas dan memfinalisasi berbagai program kerja yang telah disusun masing-masing bidang. Selain itu, akan dirumuskan sejumlah program PWPM yang diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program organisasi ke depan.

Edison mengatakan, pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk perhatian PWPM sekaligus tindak lanjut dari dorongan Rico Waas agar kegiatan Raker memiliki nilai lebih.

“Anak wartawan juga bisa berprestasi. Untuk kali ini sebenarnya kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan yang juga tetap memikirkan hal-hal yang bisa sifatnya berkontribusi kepada kawan-kawan wartawan, khususnya yang di Pemko Medan,” katanya.

Rangkaian Raker PWPM turut diwarnai yel-yel yang dipimpin panitia untuk membangkitkan semangat peserta. Edison juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar