BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR MENIMPA ACEH TAMI ANG, DESA ” SIKUMUR ” HILANG TERSAPU ARUS SUNGAI

 

Catatan: Siti Khodijah mahasiswa Prodi Pendidikan bahasa Arab UIN Padang.

 

Mandailing Natal ( Portibi DNP): Bencana banjir bandang serta ta nah longsor yg melanda Aceh Ta miang pada 27 Nov 2025, sangat parah sehingga membuat wilayah ini terisolasi, dan beberapa Desa dinyatakan ” hilang ” tersapu air sungai.

Berdasarkan laporan Posko Terpa du Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang pada 8 Des 2025 sebanyak 57 warga dilaporkan me ninggal dunia, 18 mengalami luka luka dan puluhan lainnya masih di nyatakan hilang.

Kondisi terparah tercatat di Desa Sikumur yg dilaporkan hilang to tal pada 7 Des 2025, ketinggian banjir disana hampir mencapai atap Mesjid dan membuat warga masyarakat terpaksa bertahan di atas tumpukan kayu.

Banjir menerjang dgn kekuatan dahsat 280 rumah hilang terbawa arus, ujar Hendra, salah satu war ga yg selamat, dan kini mengung si ketempat yg lebih tinggi.

Selama 8 hari pasca bencana, war ga hidup tanpa listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi, mereka terpaksa mengkonsumsi air dari genangan banjir untuk bertahan hi dup, saat malam tiba, suasana ge lap gulita dan mencekam, bahkan disebut salah satu warga masyara kat, Arif, daerah itu seperti kota Zombi.

Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah bersama pejabat utama Polda Aceh, meninjau lokasi seca ra langsung pada tgl, 1-12-2025, perjalanan darat mereka membu tuhkan waktu 5 hari penuh, mele wati jalur yg terputus, terendam air, dan tertutup lumpur pekat.

Di beberapa titik mereka harus menyeberang dengan perahu, ka rena jalan raya berubah menjadi sungai, kondisi Aceh Tamiang lum puh total, kantor Pemerintah, Pol res, dan fasilitas kesehatan dan pemukiman masih tergenang air, tegasnya.

Kesulitan akses membuat bantu an baru bisa masuk pada tgl 4-12 2025, 30 ton sembako dan obat- obatan dari Pemerintah Pusat, Propinsi, dan Kabupaten.

Selain itu, banjir besar ini juga me nyisakan tumpukan kayu dan lum pur yg menutupi akses menuju De sa Tanjung Karang, termasuk seki tar Pondok Pesantren Darul Mukh lishin.

Pos Komando Tanggap Darurat, te rus melakukan pendataan, evakua si, dan penyaluran bantuan.

Pemerintah Daerah juga menghim bau masyarakat untuk tetap Was pada mengingat potensi cuaca ekstrim masih dapat terjadi di wi layah Aceh Tamiang.

( Nazri Lubis )

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar