Asahan (Portibi DNP): Warga Dadi Mulyo dan Sidodadi sekitaran lahan PT.BSP yang terletak jalan Rimbas dan Batu Permata, Selasa,(05/5/2026), sangat antusias membersihkan lahan untuk bercocok tanam.
Bandot (53) warga Jalan Raskam sangat mengharapkan mendapatkan lahan untuk tumpang sari di lahan bekas PT. BSP. ” Kita warga sekitar lahan tersebut. “kan lumayan bang buat tambahan belanja dapur,” ujar Bandot.
Kemarin kita lihat orang dari luar kecamatan datang menggarap lahan. Sementara warga yang sempadan dengan lahan cuma menonton pungkas Bandot.
” Kami warga sekitar berjanji tidak merusak tanaman PT. BSP, kami hanya tumpang sari,” ujar Sunyoto (52) salah satu warga Jalan Martil.
Dia juga menambahkan hanya diminta uang untuk sewa zonder untuk membersihkan lahan.
Kita sudah buat Kelompok Tani Bersama Dadimulyo (KTBD) dan sudah ada Akta Notaris Bustami Panjaitan SH. Mkn.
Saat ini Kelompok Tani Bersama Dadimulyo (KTBD) beranggotakan sekitar 200 orang, Susunan pengurus saya sebagai ketua Roby Rizky Bangun dan sekretaris Sahariyanto.
” Kelompok Tani yang kita bentuk tidak dikutip biaya. Warga yang bermusyawarah mau menyewa zonder buat membersihkan lahan,” ujar Boby.
Ngatino (56) kepling Lingkungan I saat dilokasi tumpang sari mengatakan para petani yang tumpang sari seluruhnya warga Dadimulyo dan Sidodadi. Pak kepling juga mengharapkan kepada warga agar menjaga tanaman PT. BSP.
Terlihat dilapangan di sekitar Eks Lahan PT. BSP ada Poster yang bertuliskan Perhatian :
” Kami Warga Dadi Mulyo, Menolak Penggarapan Lahan Eks PT. BSP, Selain Warga Dadi Mulyo, Bila Tetap Melakukan Penggarapan Maka Kami akan Melaporkan Ke Polisi Dengan Tuduhan Penggarapan Ilegal dan Mengganggu Ketertiban Umum,” tutupnya AR




















