Terulang Lagi, Rumah Wartawan Di Labuhanbatu Diduga Dibakar OTK, Para Wartawan Minta APH Segera Tangkap Pelakunya

Keterangan : kondisi rumah Junaidi Marpaung wartawan Utama News.com digang Dame Lingkungan Talaksimin yang diduga dibakar oleh OTK

Labuhanbatu ( Portibi DNP ): Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr Bernhard L Malau SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Madya Yustadi SIK, saat dikonfirmasi para awak media terkait dugaan terbakarnya rumah wartawan bernama Junaidi Marpaung dari Media Online Utama News.com mengatakan ada dugaan dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) dan masih dalam penyelidikan tim Reskrim Polres Labuhanbatu.

“Ya, kita sudah turun ketempat kejadian perkara, diduga dibakar oleh OTK dan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut satreskrim Polres Labuhanbatu”, ucap Kasat Reskrim AKP Madya Yusyadi kepada wartawan melalui kontak telepon genggamnya Kamis (21/3/2024).

Menurut keterangan dari korban bernama Junaidi Marpaung warga Gang Dame Lingkungan Talaksimin Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu dan profesi sebagai wartawan media online Utama News.com yang bertugas didaerah Kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara itu, kepada rekan rekannya sesama wartawan Kamis (21/03/2024) menuturkan, tepatnya hari Rabu (20/03/2024) malamnya, sekitar pukul 23,30 wib , ianya ( Junaidi Marpaung red ) baru pulang kerja meliput dengan mengenderai mobil Rush warna putih.

“Hari Rabu (20/03) sekitar pukul 23.30 wib, saya sampai kerumah dan memakirkan kenderaan mobil diteras depan rumah. Selang pukul 01,00 wib, saya mendengar ada bunyi lemparan seperti kaca pecah. Dan, setelah saya chek kedepan rumah, saya lihat mobil sudah terbakar dan  mengeluarkan percikan api serta meledak sehingga, api membakar rumah saya, yang terlihat sekarang ini rumah saya hangus terbakar tinggal rangka, ditambah perabotan, pakaian dan semua perabotan rumah tangga  habis terbakar “, ungkap Junaidi Marpaung sedih dan penuh duka.

Diceritakannya lagi, istri dan anaknya yang saat itu berada didalam rumah bersamanya, dengan terpaksa keluar menyelamatkan diri dari pintu samping bagian belakang rumahnya.

“Sewaktu mobil saya terbakar, saya coba mau keluar dari pintu depan teras rumah. Namun, anehnya pintu depan tidak bisa dibuka seakan terkunci dari luar. Dengan terpaksa saya, istri saya dan anak saya keluar dari pintu samping rumah bagian belakang. Kalau tidak, habis lah kami terbakar didalam rumah”, ucapnya dengan wajah lesu yang didampingi puluhan orang rekan wartawan Labuhanbatu dirumah duka Gang Dame Lingkungan Talaksimin Kelurahan Sirandorung.

Junaidi Marpaung  mengatakan, sebelum kejadian musibah yang menimpanya, ada liputan beberapa berita tentang maraknya dugaan Narkotika jenis sabu sabu di Labuhanbatu dan juga masalah liputan Minyak Solar.

“Mungkin kita duga ini terkait masalah liputan tentang Narkotika dan permainan minyak solar. Dan, 3 hari yang lalu, ada akun palsu di facebook yang mengancam ancam saya, dengan bahasa postingannya mau mencelakai saya dan keluarga saya. Namun, saya tidak kenal akun palsu di Facebook tetsebut “, terangnya.

Disebutkan Junaidi, dirinya telah melaporkannya ke Polres Labuhanbatu, harapan Junaidi dan keluarganya serta rekan rekan wartawan di Kabupaten Labuhanbatu meminta kepada bapak Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr Benhard L Malau SIK MH dan Kasatreskrim Polres Labuhanbatu dapat segera mengungkapkan pelaku OTK pembakaran rumah wartawan Junaidi Marpaung. Kerugian ditaksir mencapai 500 juta rupiah.

Hal senada juga yang disampaikan oleh Ketua PWI Labuhanbatu Roni A , meminta aparat penegak hukum Polres Labuhanbatu dapat dengan cepat untuk mengungkap kasus terbakarnya rumah Junaidi Marpaung yang juga sebagai anggota PWI Kabupaten Labuhanbatu.

Berita : Mora Tanjung.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..