Terlapor Pidana Pengrusakan, Tuan Hasan Harus Kembalikan Bangunan Yayasan MI Guntingsaga

 

LABURA(Portibi DNP): Menyikapi perseteruan yang terjadi antara pengurus yayasan MI Guntingsaga dengan pimpinan yayasan, Drs. Hasan Maksum, Polres Labuhanbatu mencoba melakukan langkah mediasi untuk menyelesaikan persoalan kedua belah pihak.

Upaya mediasi ini dilakukan di Ruang Khusus Keadilan Restorative Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, 8 Februari 2023. Mediasi ini iuga dihadiri dan dipimpin oleh Waka Polres Kompol Hermansyah Siagian.

Dalam mediasi itu, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan dengan syarat, Hasan Maksum, biasa dipanggil Tuan Hasan, harus mengembalikan bangunan sekolah milik Yayasan MI. Diketahui, bangunan itu sempat dirusak oleh Tuan Hasan yang kemudian mendirikan bangunan baru di atasnya. Menariknya, bangunan baru itu belakangan diketahui ternyata dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kesekapatan itu tertuang dalam berita acara kesepakatan mediasi nomor : /BAM/II/RES.1. 10/2023/Reskrim, dan ditandangani oleh penyidik IPTU. H. Naibaho, penyidik pembantu AIPDA Ferdiansyah Putra, Drs, Hasan Maksum selaku pimpinan yayasan, pengurus yayasan MI dan sejumlah saksi-saksi.

Keterangan pengurus Yayasan  MI, Amir Siregar, pada tanggal 24 Oktober 2022 lalu, pihaknya melaporkan Hasan Maksum ke Polres Labuhanbatu karena diduga telah melakukan pengrusakan atas bangunan sekolah milik Yayasan MI Guntingsaga.

Laporan itu diregistrasi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Labuhanbatu dengan nomor : LP/B/2196/X2022/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMUT.

Amir Siregar, wakil sekretaris Yayasan Islamiyah MI, sebagai pelapor, di hadapan polisi menjelaskan, laporan ini mereka lakukan karena tidak tercapainya solusi atas permasalahan antara pihaknya dengan Hasan Maksum.

Dijelaskan Amir, setelah pengurus Yayasan MI mengetahui tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh Hasan Maksum, pihaknya pun langsung memprotes dan menghentikan aksi pengrusakan itu, namun para tukang bangunan suruhan Hasan Maksum tidak mengindahkannya, dan tetap melanjutkan pembongkaran. Alasannya, di lahan itu akan didirikan bangunan baru yang menggunakan kucuran anggaran dari pemerintah.

Menuai protes, persoalan ini sempat mencuat dan sampai kepada Pemerintah Kelurahan Gunting Saga, bahkan belakangan sampai juga ke Pemerintah Kecamatan Kualuh Selatan.

Lurah Gunting Saga, Herman Rinto Harahap, lantas memanggil kedua pihak yang bertikai dan melakukan mediasi guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun alih-alih mencapai solusi, pertemuan itu pun berakhir tanpa hasil.

Menyikapinya, Camat Kualuh Selatan, Suwedi, atas nama Pemerintah Kecamatan Kualuh Selatan pun turut melakukan upaya mediasi dan dilaksanakan di Kantor Lurah Gunting Saga.

Namun mediasi yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Labuhanbatu Utara yang saat itu diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam, Asbin Pasaribu, serta Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Is Gunarko dan Babinsa Koramil Aek Kanopan itu, sempat disepakati bahwa Hasan Maksum harus menghentikan kegiatannya mendirikan bangunan di atas lahan bekas bangunan sekolah yang dirubuhkannya itu, sampai sengketa antara Yayasan I MI dan Yayasan IA dapat diselesaikan.

Akan tetapi, meskipun turut menyepakati, ternyata Hasan Maksum tetap melanjutkan pembangunan itu. Bahkan saat ini, di lokasi itu telah berdiri bangunan baru. (NB).

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

-Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..

-Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

 

-Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi

Jangan Pandang bulu pak, hajar…