Terkait Dugaan Kehilangan Potensi Penerimaan Retribusi Pelayanan Pasar-Kios TA 2025 sebesar Rp4.121.430.530, Ini Kata Mantan Kadisperindag Karo

 

KARO (Portibi DNP) : Terkait Temuan BPK atas dugaan kehilangan potensi penerimaan retribusi pelayanan Pasar-Kios Tahun Anggaran (TA) sebesar Rp4.121.430.530 di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Hendrik Philemon Tarigan, A.P., M.Si, mengatakan agar melakukan konfirmasi langsung kepada Kadisperindag yang sekarang (Sarjana Purba, STP., M.M, red).

“Konfirmasi langsung ku kadisna bang. Bujur. Gak ada pernah aku dipanggil BPK bang, makanya konfirmasi kam ke Kadis sekarang kubilang. Biar infonya jangan salah,” katanya singkat, kepada wartawan, via pesan WhatsApp, Kamis (27/08/2026).

“Perda No.1 tahun 2024, sanga aku langa i berlakuken perban lit penolaken pedagang, jadi masih berlaku perda lama. Untuk tarif sesuai Perbup No 25 tahun 2025 ena enggo kadis simbaru ndalankenca bang,” tambahnya.

Sekadar latar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), diduga kehilangan potensi penerimaan retribusi pelayanan Pasar-Kios Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp4.121.430.530.

Dugaan ini tercatat pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap perundang-undangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tahun 2025, bernomor : 62.B/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.01/05/2026, tertanggal 26 Mei 2026.

Berikut perincian dugaan hilangnya potensi penerimaan retribusi pelayanan Pasar-Kios TA 2025 di Pemkab Karo, dikutip dari LHP tersebut di atas.

1. Pasar Tiganderket

Realisasi TA 2025 : Rp41.916.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp4.254.000

2. Pasar Mardingding

Realisasi TA 2025 : Rp13.272.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp969.600

3. Pasar Tigapanah

Realisasi TA 2025 : Rp46.332.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp327.803.400

4. Pusat Pasar Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp161.214.800

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp1.311.462.640

5. Pasar Tigabinanga

Realisasi TA 2025 : Rp69.138.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp14.288.750

6. Pasar Laubaleng

Realisasi TA 2025 : Rp51.126.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp4.688.400

7. Pasar Merek

Realisasi TA 2025 : Rp2.200.500

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp2.878.200

8. Pasar Kutabuluh

Realisasi TA 2025 : Rp7.231.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp6.907.400

9. Pasar Barusjahe

Realisasi TA 2025 : Rp9.111.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp3.816.600

10. Pusat Pasar Kabanjahe

Realisasi TA 2025 : Rp279.751.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp1.987.739.540

11. Pasar Munthe

Realisasi TA 2025 : Rp5.188.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp20.359.400

12. Pasar Buah Berastagi

Realisasi TA 2025 : Rp84.508.000

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp436.262.600

Total

Realisasi TA 2025 : Rp770.988.300

Potensi kekurangan penerimaan TA 2025 : Rp4.121.430.530

Hingga berita ini dimuat, wartawan belum mendapat keterangan resmi dari pihak Pemkab Karo, mengenai kebenaran perincian dugaan hilangnya potensi penerimaan retribusi pelayanan Pasar-Kios TA 2025 di Pemkab Karo sebesar Rp4.121.430.530 yang tercatat pada LHP tersebut di atas.

Pihak media online portibi.id masih terus membuka ruang dan akan memperbarui berita ini, apabila, pihak Pemkab Karo telah memberikan keterangan resmi terkait kebenaran atas dugaan hilangnya potensi penerimaan retribusi pelayanan Pasar-Kios TA 2025 di Pemkab Karo sebesar Rp4.121.430.530 yang tercatat pada LHP tersebut di atas.

Atas pemberitaan ini, redaksi menerima klarifikasi atau bantahan dari pihak Pemkab Karo, bilamana ada kesalahan dalam penulisan.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar