Satma AMPI Madina Bongkar Kejanggalan: BBM Rakyat Hilang, BBM PETI Lancar

 

Panyabungan(Portibi DNP): Satma AMPI Mandailing Natal menembuskan peringatan keras terkait kejanggalan besar yang terjadi di tengah kelangkaan BBM yang membuat masyarakat Mandailing Natal sekarat. Pasca bencana yang melanda Sumut, Aceh dan Sumbar, rakyat dipaksa mengantri berjam-jam, menginap di SPBU, bahkan membayar BBM hingga Rp35.000–Rp40.000 perliter, namun ironisnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah kecamatan justru tetap hidup dan lancar tanpa hambatan.

Bendahara Satma AMPI Madina, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa kondisi ini bukan lagi sekadar kejanggalan biasa, tetapi tamparan keras bagi rasa keadilan masyarakat Mandailing Natal.

“Kami menyaksikan sendiri, rakyat susah mendapatkan satu liter BBM. Ada yang pingsan saat mengantre, anak sekolah berjalan kaki, transportasi lumpuh. Tetapi aktivitas PETI tetap mulus. Ini melukai nurani masyarakat,” tegas Saleh.

Ia juga menyoroti munculnya sejumlah figur yang disebut-sebut dalam berbagai video di media sosial terkait aktivitas PETI.

“Yang lebih mengiris hati, figur-figur yang disebut masyarakat seperti Puddin, Pawang, Kepde dan Kholik—yang viral di media sosial—diduga tetap beraktivitas di lokasi tambang emas ilegal. Di saat rakyat menjerit mencari minyak, diduga mereka masih bisa menjalankan alat berat,” cetus dia lagi.

Saleh menekankan bahwa operasi PETI yang tetap berjalan berarti ada suplai BBM gelap yang masuk ke lokasi tambang.

“Excavator PETI bukan mesin kecil. Mereka membutuhkan pasokan BBM besar setiap hari. Pertanyaannya: ketika rakyat bayar 40 ribu perliter, dari mana PETI mendapat BBM? Ini jelas ada permainan yang harus dibongkar,” tegasnya lagi.

Menurut Satma AMPI, pembiaran ini berpotensi menciptakan opini publik bahwa penegakan hukum di Mandailing Natal tajam ke bawah, tumpul ke atas.

“Rakyat sudah sangat lelah. Ketika masyarakat sekarat mencari BBM, tidak boleh ada aktivitas ilegal yang berjalan seperti raja kecil di atas penderitaan rakyat,” ujar Saleh.

Satma AMPI Madina menuntut tindakan cepat, terukur, dan tanpa kompromi dari semua pihak.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah, Polri dan TNI untuk menghentikan total aktivitas PETI, menutup jalur distribusi BBM ilegal, memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, dan mengembalikan rasa keadilan masyarakat Mandailing Natal,” katanya.

Muhammad Saleh menegaskan bahwa Satma AMPI Madina tidak akan tinggal diam.

“Satma AMPI akan terus mengawal masalah ini sampai tuntas. Tidak boleh ada mafia PETI dan mafia BBM yang dibiarkan hidup nyaman sementara rakyat Mandailing Natal sekarat,” tutupnya.MH

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar