‎Pesantren Darul Mursyid Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2026

Ket Photo: Para Guru Pesantren Darul Mursyid bersama tim Balai Diklat Keagamaan Medan 16 Juni 2026

‎TAPSEL (Portibi DNP): Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia, Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” yang berlokasi di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik di lingkungan MTs dan MA Pesantren Darul Mursyid, Selasa (16/6/2026).

‎Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Darul Mursyid, Suharman, Selasa 23 Juni 2026 mengungkapkan bahwa Kegiatan ini berlangsung di aula utama pesantren tersebut mengusung tema “Membangun Pendidikan Holistik yang Humanis dan Berkarakter melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

‎” Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan,” Ungkapnya

‎Lanjut Suharman, Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Tim Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan yang memiliki kompetensi dalam pengembangan kurikulum dan pendidikan karakter.

‎” peserta mendapatkan berbagai materi terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Para narasumber menekankan bahwa pendidikan yang dilandasi cinta akan melahirkan peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki,” ungkapnya

‎Ditempat yang sama Direktur Pesantren Darul Mursyid Drs Yusri Lubis menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter santri.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan seluruh guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan kasih sayang, keteladanan, dan nilai-nilai luhur dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pesantren Darul Mursyid berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih humanis, inspiratif, dan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta berakhlakul karimah,” ungkapnya.

‎Terpisah, Ja’far Syahbudin Ritonga (JSR) sebagai ketua Pembina di Pesantren Darul Mursyid, ia juga sekaligus sebagai Wakil Bupati Tapanuli Selatan mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia mengatakan, hari ini untuk memahami perkembangan anak butuh keseriusan sehingga kelak anak bisa terdidik dengan baik.

‎”Semoga setelah mengikuti pelatihan kurikulum berbasis cinta ini, para guru dan karyawan bisa menambah wawasan sekaligus evaluasi terhadap proses pembelajaran yang saat ini terus berkembang,” ungkap alumni S3 USM Malaysia itu.ril

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar