Pengolahan Kayu Di Desa Banjar Maga Ranto Baik, Layak Ditutup Pemerintah

 

 

Mandailing Natal(Portibi DNP): Berjalannya satu Negara, sudah pasti me miliki peraturan dan Undang-undang, dan ini adalah sebagai alat bagi aparaturnya – untuk menjalankan roda-roda kepemimpi nan yang wajib di patuhi oleh warga negaranya. Menindak lanjuti hal tersebut, untuk
wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal.

Undang-undang Negara tersebut nampaknya tidak berlaku, kenyataan yang terjadi di wilayah Pantai Barat pada saat ini adalah, perusahaan yang tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah atau ( illegal ).

Bisa beraktifitas tanpa ada hala ngan dari pihak manapun, hal ini telah menjadi pembicaraan masyarakat umum di wilayah tersebut, memang ironis sekali, kenyataan yang ada dilapangan, kok bisa beroperasi satu perusahaan yang tidak memiliki izin dari instansi terkait di Kabupa ten Mandailing Natal ini, padahal ini sudah jelas merugikan Negara dan masyarakat, namun kenapa tidak bisa tersentuh hukum, atau apakah perusahaan ini kebal dengan hukum.

Seperti yang diutarakan oleh Sekjen FJA ( Forum Jurnalis dan Akti fis ) Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Sudirmin Nasution , kepada Portibi DNP dirumahnya di Desa Lo bung Kecamatan Lingga Bayu, dia mengatakan bahwa, untuk menjaga ekosistem wilayah ini tertata dengan baik, serta suasana yang kondusif di masyarakat umum, sangat diharapkan kepada Instansi terkait di pemerintahan Mandailing Natal, juga. pihak Kepolisian segera mengambil satu tindakan yang signifikan, dengan menutup operasional Shoumell pengolah kayu ini, sehingga animo kecurigaan masyarakat ke instansi terkait di Pemerintahan ini menjadi buyar.**

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar