MEDAN(Portibi DNP)’ Kelangkaan minyak goreng bersubsidi bermerek MinyaKita kembali terjadi di sejumlah pasar dan toko ritel di Medan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara. Ketua Hikmah dan Kebijakan Publik PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Seftian Eko Pranata, menyampaikan pernyataan tegas terkait fenomena tersebut saat berada di kampus UMSU, Medan, Jumat (8/5).
Seftian menilai hilangnya MinyaKita di pasaran tidak dapat dianggap sebagai persoalan teknis semata. Minyak Kita adalah minyak goreng bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga kelangkaan berulang dianggap sebagai indikasi kegagalan distribusi dan lemahnya pengawasan.
“Sebagai daerah penghasil sawit, Sumatera Utara seharusnya tidak mengalami kelangkaan minyak goreng bersubsidi. Jika Minyak Kita tetap sulit ditemukan sementara pasokan dinyatakan aman, maka ada masalah serius pada distribusi yang harus dibuka secara transparan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi penyimpangan penyaluran di lapangan. “MinyaKita bukan produk komersial biasa. Ini bantuan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika barang ini langka, kami curiga ada praktik pengalihan pasokan atau spekulasi harga yang merugikan rakyat,” tegas Seftian dalam keterangannya.
Seftian menyampaikan tiga rekomendasi utama. Pertama, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Sumatera Utara harus memperketat pengawasan agar distribusi MinyaKita tepat sasaran. Kedua, produsen dan distributor diminta membuka data alokasi pasokan secara transparan untuk mencegah penyaluran tidak sesuai ketentuan. Ketiga, ia mendorong tindakan tegas terhadap pihak yang sengaja menahan barang atau memainkan harga.
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen terus mengawal isu ini dan memastikan MinyaKita sebagai komoditas bersubsidi dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.SF




















