Marsiajar Markobar dan Maradat Perdana Disambut Antusias Masyarakat Madina

 

Panyabungan(Portibi DNP): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Mandala Project berkolaborasi dengan DPK SATMA AMPI STAIN Madina, Bagas Budaya, Marturi Official, dan Angkringan Dalihan Natolu sukses menyelenggarakan kegiatan Marsiajar Markobar dan Maradat di bidang seni dan budaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Alun-Alun Panyabungan dan menjadi kegiatan perdana yang direncanakan sebagai agenda rutin.

Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh adik-adik pelajar tingkat SMA/SMK/MAN sederajat, yang menunjukkan antusiasme generasi muda dalam mempelajari dan melestarikan adat serta budaya Mandailing.

Kehadiran para pelajar ini menjadi salah satu fokus utama kegiatan sebagai upaya regenerasi pelaku budaya di masa depan.

Program Marsiajar Markobar dan Maradat bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Mandailing melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada pelatihan marobar-kobar, pemahaman maradat, serta penguatan identitas budaya lokal yang dilaksanakan di ruang publik.

Ketua Mandala Project, Syafrizal Rangkuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan budaya Mandailing.

“Melalui Marsiajar Markobar dan Maradat, kami ingin membuka ruang belajar bersama, khususnya bagi generasi muda, agar adat dan budaya Mandailing tetap hidup dan relevan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPK SATMA AMPI STAIN Madina, Muhammad Ramly Lubis, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan perdana ini.

“Alhamdulillah, kegiatan perdana pelatihan marobar-kobar berjalan lancar dan sukses. Antusiasme adik-adik pelajar menjadi motivasi bagi kami untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat serta para pegiat seni dan budaya. Ke depan, kolaborasi lintas komunitas dan lembaga ini diharapkan mampu menjadikan Alun-Alun Panyabungan sebagai pusat pembelajaran adat dan seni budaya Mandailing yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Mandailing Natal.MH

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar