Pelalawan(Portibi DNP): Gedung PKK di Kabupaten Pelalawan kini berubah nama menjadi ITP2I (Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia). Perubahan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat sebelumnya telah dianggarkan dana besar untuk pembangunan ITP2I.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran pembangunan ITP2I tercatat sebesar Rp11,9 miliar. Namun saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan menyampaikan bahwa gedung PKK tersebut hanya dipinjam untuk kegiatan ITP2I.
“Gedung PKK itu dipinjam,” ujar Kepala Dinas PUPR singkat.
Yang menjadi sorotan publik, di lokasi yang berdekatan dengan Gedung PKK tersebut, juga sedang dibangun Gedung ITP2I baru dengan nilai anggaran sekitar Rp3 miliar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait perencanaan dan penggunaan anggaran daerah.
Jika Gedung PKK hanya bersifat pinjam pakai, lalu untuk apa dialokasikan anggaran Rp11,9 miliar untuk pembangunan ITP2I? Sementara di sisi lain, pemerintah daerah kembali menganggarkan pembangunan gedung baru dengan nilai miliaran rupiah.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan yang transparan dan terbuka, agar tidak menimbulkan persepsi negatif maupun dugaan pemborosan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai peruntukan masing-masing anggaran serta kejelasan status gedung PKK yang kini digunakan sebagai ITP2I.TS





















