Dirut Perumda Tirtasari Mundur Suka Rela atau Dipaksa mundur?

 

BINJAI (Portibi DNP) : Koordinator FGD PEKAN, Andika Perdana, mengatakan, mundurnya, Ashari ST, sebagai Direktur (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Tirtasari (Perumda Tirtasari) Kota Binjai atau yang lebih dikenal dengan PDAM Tirtasari Kota Binjai diduga bisa menjadi spekulasi liar.

Bagaimana tidak, jika dilihat dari data Laporan Keuangan Perumda Tirtasari dari tahun 2024 sampai tahun 2025 mengalami Trend yang cukup positif.

“Pada tahun 2024 Perumda Tirtasari diduga mendapat laba minus sebesar Rp.1.169.908.013 dan pada tahun 2025 diduga mendapat Laba Minus Rp.135.736.709. Artinya, arah Perumda untuk menjadi lebih baik sudah sangat benar saat dipimpin, Ashari ST,” katanya kepada wartawan, melalui rilis yang diterima lewat pesan WhatsApp, Kamis (17/09/2026).

Menurutnya, Perumda Tirtasari merupakan perusahaan yang memiliki kapasitas pegawai yang cukup banyak. Akan tetapi, dibalik kapasitas pegawai yang overload, Ashari ST, selaku Dirut Perumda Tirtasari masih bisa mengatur keuangan agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang cukup besar.

“Perumda Tirtasari bisa untung atau rugi bukan tentang siapa Dirutnya. Tetapi, bagaimana kebijakan pemerintah daerah yang dapat mendukung berkembangnya PDAM Tirtasari, seperti pemberlakukan pajak air tahan yang dapat membuat masyarakat Kota Binjai dan Perusahaan Kota Binjai menggunakan air dari PDAM Tirtasari,” ungkapnya.

Dengan mundurnya, Ashari ST, sebagai Dirut Perumda Tirtasari Binjai dan diangkatnya Dewan Pengawas Perumda Tirtasari menjadi Plt. Dirut jelas menjadi pertanyaan besar bagi, Andika.

“Bagaimana dengan kualifikasi Dewas Perumda Tirtasari untuk memimpin Perumda tersebut?. Perlu diketahui, Dewas Perumda Tirtasari, Joko Basuki, dulunya merupakan tim sukses dari Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang terpilih. Apakah pengangkatan Plt dan Dewas merupakan Politik balas jasa?. Atau, mundurnya, Ashari, ST, disebabkan adanya dugaan tekanan beban kerja atau paksaan untuk mundur. Dimana, di Pemko Binjai sendiri ada beberapa pejabat yang lebih memilih mundur dari pada bertahan pada Jabatannya,” ujarnya.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar