MEDAN (Portibi DNP) : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Saipul Bahri menilai, pendistribusian bantuan sosial (Bansos) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sosial (Dinsos) masih belum efektif dan selalu tidak tepat sasaran.
Pasalnya sampai hari ini masih banyak warga yang tidak mampu di Kota Medan belum tersentuh bantuan, sedangkan yang mendapat orang-orang yang mampu secara ekonomi.
“Sampai hari ini banyak warga yang tidak mampu di Kota Medan belum tersentuh bantuan, sedangkan yang mendapat orang-orang yang mampu secara ekonomi,”ujarnya Rabu (3/12/2025).
Untuk itu Sekretaris Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD Medan ini minta Dinsos melakukan pendataan ulang secara serius dan melakukan verifikasi langsung kepada masyarakat penerima manfaat tersebut .
Hal tersebut kata legislator daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan ini untuk memastikan penerima bantuan tersebut benar-benar untuk masyarakat yang tidak mampu.
Bukan itu saja, kata Saipul terkait program Universal Health Coverage (UHC) yang sudah di berlakukan sejak tahun 2022, masih banyak di temukan permasalahan.
Seperti puskesmas yang menolak untuk merujuk ke rumah sakit, dan masih juga ada penolakan dari rumah sakit terhadap pasien UHC Kota Medan.
“Ini menunjukkan kita perlu melakukan sosialisasi secara lebih masif ke pihak rumah sakit,” sebut Saipul.
Untuk itu, Saipul Bahri mendukung upaya Pemko Medan dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyrakat melalui program UHC Premium.
Sehingga tidak ada lagi pasien yang ditolak dengan alasan kamar penuh dan pasien dipulangkan padahal belum sembuh.
Sedangkan masalah penanganan banjir supaya dilakukan dengan lebih terfokus. Terutama pengerjaan drainase, hal ini mengingat kota Medan saat ini musim penghujan, sehingga Pemko Medan diminta supaya mencari solusi teknis.P06




















