MEDAN (Portibi DNP) : Sekretaris Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara (Sumut) Sugiat Santoso yang juga Wakil Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 1 Bobby-Surya angkat bicara terkait ocehan Hasto Kristiyanto yang menyebut Bobby Nasution hengkang ke partai lain.
Kata Sugiat, justru kader PDI Perjuangan di Sumut masih sayang dan bakal memilih Bobby-Surya dipemilihan kepala daerah (Pilkada)
pada 27 November 2025 mendatang.
“Pertama, saya katakan Hasto nggak boleh baper terkait Pilkada Sumut, sebab Pilkada bukan pertarungan sakit hati, tapi pertarungan siapa yang terbaik yang bisa memimpin Sumut. Kalau PDI Perjuangan tidak mendukung Bobby karena faktor sakit hati, itu persoalan lain. Tapi bagi masyarakat Sumut Bobby dianggap sebagai solusi untuk menyelesaikan pembangunan di Sumut,” kata Sugiat Selasa (19/11/2024).
Mengenang Pilkada Medan 2020 lalu, Sugiat menyebut tak hanya PDI Perjuangan yang mengusung Bobby. Justru Gerindra lah yang pertama mengusungnya
“Lagi pula kan, pada saat Pilkada Kota Medan kemarin, bukan hanya PDI Perjuangan yang mendukung dan memenangkan Bobby Nasution, malah gerindra lah yang pertama mengusung Bobby pada Pilkada Kota Medan,” lanjut Sugiat.
Bahkan, pada Pilgubsu 2018, Gerindra juga yang pertama kali mengusung Edy Rahmayadi. Pada saat itu kata Sugiat, harapannya Edy Rahmayadi bisa menuntaskan problematika pembangunan di Sumut.
“Tapi setelah lima tahun diberi kesempatan, ternyata janji kampanyenya tidak terealisasi,”ujarnya.
Oleh karena itu, Gerindra lantas memberikan dukungannya ke Bobby Nasution karena dianggap punya harapan untuk menuntaskan persoalan-persoalan yang ada di Sumut.
Menariknya, kata Sugiat yang baru dilantik menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tersebut pada survey terpercaya yang dikeluarkan Indikator Politik, banyak kader PDI Perjuangan yang akan memilih Bobby Nasution pada Pilgubsu nanti.
“Ya memang kalau dari segi kedekatan ideologi, Bobby jauh lebih dekat ideologinya dengan PDI Perjuangan Bobby itu nasionalis,” kata Sugiat.
Sugiat juga menduga Hasto dan PDI Perjuangan itu punya kebencian mendalam kepada Bobby Nasution dan keluarga besar mantan Presiden Joko Widodo.
“Kita menduga, karena faktor kebencian yang mendalam, tidak ke Bobby, tapi ke keluarga Pak Jokowi, PDI Perjuangan, makanya sangat terpaksa mendukung Edy Rahmayadi di Pilgubsu 2024,” kata Sugiat.
Pilihan PDI Perjuangan ke Edy Rahmayadi kan pilihan yang sangat baik dan terpaksa bagi kader-kader PDI Perjuangan yang sangat terkenal dengan ideologi nasionalisme, ideologi pluralisme yang tidak membeda-bedakan agama mana pun dalam konteks berbangsa dan bernegara,” pungkas Sugiat.(red).
















