Foto: Kunjungan Direktur KPLP di Dermaga Pelabuhan Belawan
MEDAN(Portibi DNP): Menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran perairan di Pelabuhan Belawan, Direktur KPLP Dirjen Perhubungan Laut Selasa (13/2/2024) melakukan sidak ke Dermaga 203 untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan.
Didampingi oleh sejumlah pejabat KSOP Utama Pelabuhan Belawan, Direktur KPLP melakukan pemeriksaan dan pengecekan kondisi di dermaga serta perairan Pelabuhan Belawan yang menyebabkan dampak lingkungan serta keadaan untuk standar sandar kapal di dermaga.
Kunjungan Direktur KPLP ke dermaga KPLP dan dermaga 203 meninjau lokasi penanggulangan tumpahan minyak didampingi oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP UTAMA Belawan Bapak Marganda Lamhot Asi Sihite SE, M.MTr. beserta staff dan stakeholder dipelabuhan belawan.
Berita sebelumnya, Kapal yang muat 440 Ton di Ujung Baru KD 203, Jalan Ujung Baru Pelabuhan Belawan pada, Kamis (11/1/2024) Pukul 02.00 Wib meninggalkan bekas yang mendalam bagi ekosistem laut.
Diketahui, Marine Fuel Oil atau MFO merupakan bahan bakar yang digunakan untuk pembakaran langsung pada sektor industri. Bahan bakar ini bukan termasuk jenis distillate, melainkan residue yang lebih kental pada suhu ruang serta berwarna hitam legam.
Menurut warga, kapal yang berukuran dimensi kapal 29.26 m x 9.75 m x 2.44 m (P x L x D) sedang muat Industrial Fuel Oil / MFO sekitar 440 ton. pengisian selesai pada hari Kamis, 11 Januari 2024, sekitar Pukul 01.30 Wib.
Salah seorang Saksi inisial YA, sekitar pukul 02.00 Wib terlihat di ujung depan kapal sudah tenggelam dikarenakan adanya kebocoran sehingga air dari luar masuk ke dalam lambung kapal.
Diketahui, kapal SBHM 1 Ex. Jaya Negara VII milik PT. Munasindo Mandiri Sejahtera, rencananya Industrial Fuel Oil / MFO akan bungker ke kapal gas camelot yang berada lampu satu.
Akibat kejadian tersebut Industrial Fuel Oil / MFO keluar dan tumpah Ke laut. Selanjutnya pihak dari Syahbandar Belawan memasang Oil Boom di sekitaran lokasi kejadian.
Sejumlah sumber menyebutkan, pemilik PT Munasindo Mandiri Sejahtera adalah diduga seorang mafia minya terkenal di Sumatera Utara yang berinisial HAB.
Warga meminta kepada pihak pertamina maupun keagenan dan pemilik kapal untuk bertanggung jawab, akibat dari dugaan adanya pengisian BBM subsidi ilegal yang mengakibatkan ekosistem menjadi tercemar.**





















