Nias Selatan (Portibi DNP): Akses utama penghubung sejumlah wilayah di Kabupaten Nias Selatan lumpuh total. Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Telukdalam menuju Kecamatan Gomo putus setelah diterjang banjir dan longsor di Dusun IV, Desa Taluzusua, Kecamatan Siduaori, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Putusnya badan jalan tersebut langsung berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Sedikitnya tujuh kecamatan kini terisolir karena ruas jalan itu merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan ibu kota Kabupaten Nias Selatan dan daerah lainnya di Kepulauan Nias.
Kepala Dusun IV Desa Taluzusua, Julvan Jaya Laia, kepada sejumlah wartawan “mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan jalan membuat aktivitas masyarakat dan roda perekonomian terhenti.
“Tidak ada korban jiwa. Namun seluruh aktivitas dan roda perekonomian masyarakat lumpuh total, karena ruas jalan ini merupakan akses utama penghubung 7 kecamatan dengan ibu kota kabupaten Nias Selatan dan daerah lain di Kepulauan Nias,” ujar Julvan.
Menurut Julvan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera dari pemerintah. Jika akses tidak segera dipulihkan, masyarakat dikhawatirkan semakin kesulitan melakukan aktivitas, termasuk mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari.
Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius dan segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang putus tersebut.
“Harapan kami pemerintah tanggap dan segera melakukan perbaikan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali normal,” katanya.
Julvan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta instansi terkait telah turun meninjau lokasi kejadian.
Ia berharap peninjauan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.
“Kami berharap ada atensi cepat agar akses jalan segera normal kembali,” ujarnya.
Putusnya ruas jalan provinsi tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat karena jalur ini menjadi akses vital bagi tujuh kecamatan. Penanganan cepat diperlukan agar wilayah yang kini terisolir dapat kembali terhubung dengan pusat pemerintahan dan daerah lainnya. (SW)




















