Diikti 67 Tim, Kejuaraan Bola Tangan Resmi Dibuka, Aswindy : Kompetisi Ini Jadi Wadah Penting untuk Membina Atlet 

 

MEDAN (Portibi DNP) : Kejuaraan Bola Tangan Pengurus Kota (Pengkot) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Medan resmi bergulir di GOR Futsal Disporasu, Selasa (14/7/2026).

Ajang yang menjadi bagian dari pembinaan atlet usia dini hingga senior tersebut diikuti sebanyak 67 tim dan akan berlangsung hingga 19 Juli 2026.

Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Medan, Aswindy Fachrizal. Turut hadir dalam pembukaan Sekretaris Umum KONI Medan Helty Susilo, Ketua Umum ABTI Sumatera Utara Hendra Cipta, Sekretaris Umum ABTI Sumut Agustin, serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Medan, Prayogi.

Sebanyak 67 tim yang ambil bagian berasal dari empat kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Medan, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai, serta satu kontingen dari Provinsi Riau. Mereka akan bersaing pada kategori SD, SMP, SMA, hingga umum.

Ketua Umum KONI Medan, Aswindy Fachrizal, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi wadah penting untuk membina atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga bola tangan di Kota Medan.

“Saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga dengan terlaksananya event ini. Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan atlet mulai dari usia dini hingga umum, sekaligus mendorong peningkatan prestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” ujar Aswindy dalam sambutannya.

Mantan atlet bulutangkis PON Sumut tahun 2004 itu berharap, seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Saya berharap adik-adik bisa bermain secara sportif dan menunjukkan kemampuan secara maksimal. Dari kejuaraan ini semoga muncul atlet-atlet yang nantinya dilirik oleh Pengkot ABTI Medan maupun Pengprov ABTI Sumut untuk menjadi atlet andalan yang mampu mengharumkan nama Kota Medan di berbagai ajang nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum ABTI Sumut, Hendra Cipta, menilai kejuaraan tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan olahraga bola tangan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

“Event ini sangat bagus karena dapat semakin menyemarakkan olahraga bola tangan di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar. Sejak dini mereka diperkenalkan dengan olahraga prestasi yang sudah dipertandingkan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Hendra, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pemantauan atlet menjelang Kejuaraan Nasional Bola Tangan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, di mana Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami terus memantau persiapan menuju Kejurnas Oktober nanti. Medan sebagai tuan rumah tentu harus memiliki tim yang kuat. Selain atlet yang sudah menjalani pembinaan, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan melihat bibit-bibit baru yang nantinya bisa bergabung dalam program pemusatan latihan. Mudah-mudahan kita bisa meraih gelar juara di Kejurnas nanti,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Medan, Prayogi.

Ia mengatakan kegiatan olahraga seperti ini memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik.

“Tentunya Pemko Medan sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Selain menjadi sarana pembinaan bakat dan prestasi olahraga bagi siswa SD dan SMP, kegiatan ini juga dapat meminimalisir aktivitas yang kurang bermanfaat maupun yang mengarah pada tindakan negatif,” katanya.

Menurut Prayogi, olahraga tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui kedisiplinan, kerja sama tim, dan sportivitas.

“Bertanding secara sportif menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak. Mereka belajar disiplin, bekerja sama dalam tim, dan membangun karakter positif yang tidak hanya diperoleh dari pembelajaran di dalam kelas,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum ABTI Medan, Erwin Syahputra, menjelaskan kejuaraan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada Mei atau Juni. Namun, karena adanya sejumlah kendala teknis, pelaksanaan akhirnya digeser ke pertengahan Juli.

Erwin mengatakan, selain sebagai agenda pembinaan rutin, kejuaraan ini juga menjadi ajang penjaringan atlet berbakat yang akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Provinsi ABTI Sumut pada September mendatang.

“Kejuaraan ini menjadi ajang untuk melihat bakat dan bibit atlet dari tingkat SMA maupun kategori umum. Mereka nantinya akan diproyeksikan memperkuat daerah pada Kejuaraan Provinsi tahun ini,” katanya.

Ia berharap kejuaraan tersebut mampu memperluas pembinaan olahraga bola tangan di Sumatera Utara sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Harapan kami tentu terus memasyarakatkan olahraga bola tangan. Apalagi menuju PON 2028, kami ingin mulai mencetak atlet-atlet berkualitas dari kejuaraan ini maupun Kejurprov nanti sehingga Sumatera Utara memiliki regenerasi atlet yang siap bersaing di level nasional,” pungkasnya.P06

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar