Warga Dapil IV Pertanyakan Penanganan Infrastruktur dan Program UHC JKMB di Reses Dedy Aksyari Nasution

MEDAN (Portibi DNP) : Riki warga Lingkungan 14 Kelurahan Harjo Sari II, mempertanyakan penanggulangan banjir di Gang Masjid yang sampai hari ini belum juga terselesaikan. Ia berharap, drainase sepanjang Lingkungan 7 dan 14 dialirkan ke Kanal Banjir Timur.

Pertanyaan tersebut disampaikannya saat pelaksanaan reses I Tahun Sidang ke-IV Tahun Anggaran 2023 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Dedy Aksyari Nasution ST di Jalan Bajak II Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Sabtu (11/2/2023).

Hadir dalam reses tersebut antara lain mewakili Camat Medan Amplas Tiar R Tambunan, mewakili Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Novriani Harahap, mewakili Dinas Perhubungan Syahruddin Purba.

Lurah Harjosari II Arbi Utama, mewakili Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Remon Prima, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan warga daerah pemilihan (Dapil) IV meliputi Kecamatan Medan Denai, Medan Area, Medan Kota dan Medan Amplas.

Dalam giat reses tersebut, Riki juga mempertanyakan masalah program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKBM) yang digelontorkan wali kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution pada 1 Desember 2022 tersebut.

“Apakah program UHC berlaku seterusnya atau hanya sabatas masa jabatan pak Bobby Nasution sebagai wali Mota Medan pak, “tanya Riki

Reynold Sinulingga yang dikenal sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) tersebut mempersoalkan kondisi Jalan Dwikora yang hancur lebur akibat perubahan arus lalu lintas dampak dari proyek di Jalan STM ujung.

Warga lain Tina, yang juga Kepling 9 Harjo Sari II mempersoalkan banjir di lingkungannya yang sampai hari belum teratasi karena drainasenya tak berjalan lancar.

“Pertanyaan kedua saya pak, lampu penerangan jalan di Lingkungan 9. Ada banyak titik yang lampunya pada mati, mohon bantuannya agar diperbaiki atau diberi penerangan,” pinta Tina.

Menjawab pertanyaan tersebut Lurah Harjo Sari II Harbi Utama menegaskan program UHC yang difokuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution akan tetap ada. Dan seluruh biayanya ditanggung APBD Kota Medan. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, hanya masyarakat ber-KTP Medan yang menjadi prioritas mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal.

Menimpali pernyataan  Lurah Harjo Sari II tentang UHC anggota DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution mengatakan, program UHC Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKBM) diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang tidak mampu.

Karena program ini menggunakan dana APBD. Kalau Bobby sudah selesai, kemungkinan program UHC ini kembali ke program awal yakni BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ucap Dedy menimpali pernyataan Lurah Harjo Sari II.

Menyangkut infrastruktur Dedy Aksyari dari Fraksi Partai Gerindra yang duduk Komisi IV mempertanyakannya kepada
Dinas SDA BMBK Kota Medan.

Sebab anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan untuk penanganan infrastruktur ternyata masih belum maksimal, terbukti sampai hari ini
di Jalan Garu VI Ujung Kelurahan Harjo Sari I masih kerap banjir jika diguyur hujan.

“Kita tegaskan di sini, agar Dinas SDA BMBK Kota Medan menunjuk kontraktor yang profesional. Sayang anggaran miliaran rupiah digelontorkan untuk perbaikan infrastruktur  namun penanganannya tidak maksimal, Jalan Garu VI masih sering terkena banjir,”ungkap Dedy yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan tersebut.P06

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Usai Sudah Kita Nyoblos..


Bolo : Bersatulah kita membangun bangsa..

 

Kebiasaan yang sudah ada bersatu kita teguh..


Bolo : Jadi semboyan hidup agar maju menuju Indonesia Emas 2045