TPPK Gugat Pihak DPN Peradi Pusat, Pelantikan Diduga Terancam Batal

BINJAI (Portibi DNP) : Ketua Peradi Binjai-Langkat terpilih hasil Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) I di Stabat, Abdul Latip SAg.MH, bersama kuasa hukumnya dari Tim Pembela Penegak Keadilan (TPPK) Kota Binjai, Senin (05/08/2024), mendatangi gedung Pengadilan Negeri (PN) Binjai.

Kedatangan mereka ke PN Binjai, guna mendaftarkan gugatan atas hasil Muscablub Peradi Binjai-Langkat II yang dilaksanakan di Kota Binjai pada tanggal 4 April 2024.

“Benar, kita telah mendaftarkan gugatan tersebut di atas ke PN Binjai. Anehnya, setelah kami mendaftarkan gugatan, sekira pukul 14.16 wib, saudara Abdul Latip SAg.MH mendapat pesan WhatsApp dari pihak DPN Peradi Pusat. Isinya, pemberitahuan pemberhentian kepada saudara Abdul Latip SAg.MH selaku Ketua Peradi Binjai Langkat terpilih hasil Muscablub I di Stabat. Kami menduga, ini adalah bentuk ketakutan dari DPN Peradi Pusat,” kata Muhammad Syarifudin SH.MH, selaku kuasa hukum Abdul Latif SAg.MH dari TPPK Kota Binjai saat menggelar konferensi pers di Kok Tong Binjai, Senin (05/08/2024).

Menurutnya, surat pemberitahuan tersebut akan dikirim oleh pihak DPN Peradi Pusat melalui TIKi.

“Ini jelas sangat kita sayangkan. Dimana, pesan WhatsApp tersebut diterima oleh saudara Abdul Latip pada saat dirinya sedang mendaftarkan gugatan atas pemberhentian dirinya sebagai Ketua Peradi Binjai-Langkat hasil Muscablub I di Stabat ke PN Binjai,” ujarnya.

Sementara, Abdul Latip SAg.MH, mengaku sempat merasa dipermalukan dan menyebut bahwa selama ini sering mengundang wartawan untuk mempublikasikan kegiatannya. Namun, ia di tuding tidak menjalankan roda organisasi.

“Jelas saya keberatan atas hal ini dan keberatan itu telah dituangkan dalam gugatan ke PN Binjai oleh Tim Pembela Penegak Keadilan selaku kuasa hukum saya,” ungkap Abdul Latip.SAg,MH.

Dengan adanya gugatan ini, diduga jadwal pelantikan hasil Peradi Binjai Langkat II terancam dibatalkan karena terindikasi telah melanggar AD/RT. (Ril/BP)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar