Terkait Kisruh BLT Desa Sirambas, BPD Undang Masyarakat untuk Musyawarah

Foto: Suasana musyawarah BPD dengan masyarakat

 

 

MADINA(Portibi DNP): Terkait Kisruh BLT Desa Sirambas yang ahir-ahir ini jadi bahan perbincangan dan berita online pun sudah berseliuran terkait hal ini.

 

Setelah beberapa masyarakat datang ke Kantor Desa yang mana tuntutan mereka adalah ingin BLT di bagi rata walaupun masyarakat yang menuntut itu merupakan penerima bantuan dari beras dan bantuan ketahanan pangan.

 

Menurut peraturan yang kami pahami penerima BLT adalah orang yang tidak menerima bantuan sosial lainnya.

 

Jelas tuntutan masyarakat itu bertentangan dengan peraturan dan anehnya di tuding kepala desa mencoret dan menggantinya dengan keluarga dan orang yang memilihnya saat Pilkades dulu.

 

Ditambahkannya, kami selaku BPD menepis Statamen tersebut dan boleh di kroscek ke lapangan seandainyapun ada keluarga Kades yang mendapat BLT jika mereka tidak menerima bantuan sosial lainnya tidak ada masalah menurut kami.

 

” Artinya Penetapan KPM BLT sudah sesuai dengan prosedur yang ada,” tutur ABD Wahab Selaku ketua BPD.

 

” Dan malam ini Minggu 31/03/24 kami kembali memanggil masyarakat untuk melaksanakan musyawarah untuk mencari solusi dan persamaan pemahaman terkait persoalan ini,” tambahnya.

 

Lalu kenapa harus di gedung SD Sirambas dilaksanakan musyawarah bukan di kantor BPD…?

 

Mengenai hal itu kami rasa tidak ada persoalan sebenarnya tentang tempat lokasi musyawarah, karena sebelum-sebelumnyapun kita sudah sering melaksanakan musyawarah di Gedung SD ini lalu kenapa hari ini dipersoalkan.

 

Kami laksanakan diruangan SD ini dengan alasan jika dikantor BPD dilaksanakan musyawarah kami khawatir tidak mencukupi luas ruangan dengan yang berhadir dan fasilitas lainnya seperti kursi masih tidak mencukupi.

 

” Karena musyawarah ini undangannya tidak perwakilan masyarakat melainkan seluruh masyarakat desa yang di umumkan melalui pengeras suara,” ucapnya.

 

Sementara itu salah satu warga menyampaikan bahwa kekisruhan yang terjadi di desa ini menurut kami bukan hanya persoalan BLT saja melainkan ada oknum oknum yang ingin memperkeruh suasana di desa kami dengan tujuan Tertentu.**

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wak Ajo, kalo cari makan jangan maju Kalilah..

Bolo: Iya pula, yang bagus bagus aja lah..

 

 

 

Setelah sebulan berpuasa menahan nafsu dan lapar serta dahaga, saatnya kembali fitri


Bolo : kembali suci, silaturahmi antar sesama dan khususnya Sang Pencipta 

 

Mohon dimaafkan segala khilaf baik disengaja maupun tidak


Bolo : maaf untuk semua..