Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan, PT MES Resmi Dilaporkan ke Polda Sumut

 

MEDAN (Portibi DNP) : Diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap debitur (penerima pinjaman, red), Ika Pebrina Br Sembiring resmi melaporkan PT MES ke pihak Polda Sumut, Kamis (02/04/2026).

Kepada wartawan, Ika menceritakan kronologis dugaan penipuan dan penggelapan yang dialaminya.

Insiden ini bermula, ketika Ika selaku debitur mendatangi kantor PT MES. Kedatangannya, untuk melunasi tunggakan pinjamannya.

Saat di Kantor PT MES, Ika diberikan beberapa lembar kertas, yang diketahui Ika adalah formulir pengisian data untuk pelunasan atas pinjamannya dan ada menandatangani sebuah surat yang tidak diketahui judul suratnya.

Setelah itu, pihak PT MES meminta STNK dan kunci mobilnya kepada Ika, dengan alasan, ingin menggesek nomor mesin dan memfotocopy STNK.

Merasa percaya, Ika lalu memberikan kunci dan STNK mobil miliknya. Keanehan pun terjadi.

Dimana, pihak PT MES tidak mau mengembalikan STNK dan kunci mobil miliknya.

Alasannya, permohonan pelunasan pinjamannya ditolak. Dengan adanya penolakan tersebut, menurutnya, situasi di Kantor PT MES sempat memanas.

Karena, ia menuntut transparansi. Alih-alih memberikan solusi, kata Ika, oknum pegawai di kantor tersebut justru melakukan tindakan represif, dengan melakukan penyiraman air ke arah dirinya.

“Berdasarkan hal itulah, saya melaporkan pihak PT MES ke pihak Polda Sumut,” katanya.

Dengan terbitnya laporan polisi ini, pihak Ika mendesak Polda Sumut untuk segera memanggil pimpinan PT MES.

“Surat laporan ini adalah awal. Kami meminta pihak kepolisian bertindak tegas, termasuk memeriksa izin operasional PT MES,” ujarnya.

Sementara, hingga berita ini dimuat, wartawan media online portibi.id belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak PT MES atas laporan Ika ke Polda Sumut.

Berdasarkan pemberitaan ini, media online portibi.id menerima bantahan atau klarifikasi kepada pihak yang merasa dirugikan.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar