Temuan di SMPN 2 Selesai, Belanja Barang Pakai Habis Diduga Tidak Sesuai Kondisi Sebenarnya

 

LANGKAT (Portibi DNP) : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan atas belanja barang dan jasa di SMPN 2 Selesai, Kabupaten Langkat, tahun 2025.

Hasilnya, BPK menemukan adanya belanja barang pakai habis yang diduga tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Pemeriksaan itu dicatat pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas belanja barang dan jasa tahun anggaran 2025, bernomor : 20/T/LHP/DJPKN-V.MDN/PPD.03/02/2026, tertanggal 12 Februari 2026.

Berikut uraian yang dikutip dari LHP tersebut, terkait temuan BPK di SMPN 2 Selesai tahun 2025.

Hasil pemeriksaan di SMPN 2 Selesai diketahui, terdapat bon/faktur atas belanja barang pakai habis yang diduga tidak sesuai kondisi sebenarnya.

 

Atas hal tersebut, telah dimintakan bukti riil belanja dan melakukan perhitungan ulang sesuai bukti riil belanja yang diserahkan oleh pihak sekolah, sehingga terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp10.794.010, dengan perincian sebagai berikut:

1. Uraian : Fmy toko, Nilai Laporan : Rp2.803.300, Nilai Riil : Rp2.354.440, Selisih : Rp448.860.

 

2. Uraian : Toko BMJ, Nilai Laporan : Rp7.574.000, Nilai Riil : Rp6.728.000, Selisih : Rp846.000.

 

3. Uraian : Toko Olm, Nilai Laporan : Rp8.464.500, Nilai Riil : Rp4.732.500, Selisih : Rp3.732.000.

 

4. Uraian : TA, Nilai Laporan : Rp750.000, Nilai Riil : Rp150.000, Selisih : Rp600.000.

 

5. Uraian : WIj Comp, Nilai Laporan : Rp1.870.000, Nilai Riil : Rp1.205.000, Selisih : Rp665.000.

 

6. Uraian : Toko besi SMB, Nilai Laporan : Rp5.304.000, Nilai Riil : Rp3.601.850, Selisih : Rp1.702.150.

 

7. Uraian : Toko Sdr, Nilai Laporan : Rp2.955.000, Nilai Riil : Rp155.000, Selisih : Rp2.800.000.

 

Total nilai laporan : Rp29.720.800.

Total nilai riil : Rp18.926.790.

Total selisih/temuan : Rp10.794.010.

 

Atas selisih/temuan tersebut, pihak SMPN 2 Selesai telah melakukan penyetoran ke kas daerah sebelum LHP tersebut sebesar Rp10.794.010.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, wartawan media online portibi.id belum mendapat keterangan resmi dari pihak SMPN 2 Selesai, apakah temuan tersebut telah sesuai dengan apa yang diuraikan pada LHP BPK.(red/tim)

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar