BINJAI (Portibi DNP) : Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Group Discussion Pemerhati Keadilan dan Kesejahteraan (FGD PEKAN) berencana akan melakukan aksi unjukrasa (unras) ke Polres Binjai, Senin (25/05/2026).
Rencana aksi tersebut dibenarkan oleh Koordinator aksi FGD PEKAN, Wanda Syahputra dan Koordinator lapangan FGD PEKAN, Syahrul Wahyudi, kepada wartawan, Rabu (20/05/2026).
Kata Wanda, pada aksi nanti, mereka meminta kepada pihak Polres Binjai untuk memeriksa penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMPN 7 Binjai.
Menurut Wanda, ada beberapa item belanja yang menggunakan dana BOSP pada tahun 2025 di SMPN 7 Binjai diduga fiktif dan mark’up, diantaranya :
– Pembelian Alat kebersihan Rp.5.120.000.
– Pembelian Alat kebersihan Rp.1.900.000.
– Cetak Kertas Rapor Rp.1.944.000.
– Konsumsi Rapat Kelulusan Siswa Kelas 9 Rp.1.100.000.
– Kosumsi Rapat Kenaikan Siswa Kelas 7 dan 8 Rp.1.100.000.
– Pembelian Buku Big BOS Rp.1.000.000
– Pembelian Bahan Rehab Rp.3.034.000
– Pembelian Bahan Rehab Rp.12.398.000
– Pembelian Alat Kebersihan Rp.12.600.000.
– Pembelian ATK Tahan II Rp.19.920.500
– Upah Tukang Cat 15 Hari (2 Orang) Rp.3.900.000.
– Foto Copy Soal dan Cetak LJK Rp.23.146.000 padahal harga sebenarnya diduga Rp.10.716.750.
– Cetak Pas Photo Siswa Kelas 9 Rp.9.600.000 padahal harga sebenarnya diduga Rp.5.860.000.
– Belanja Kertas F4 Linen Rp.420.000 padahal harga sebenarnya diduga Rp.2220.000.
“Berdasarkan hal itu, kami meminta kepada pihak Polres Binjai untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan atas penggunaan dana BOSP di SMPN 7 Binjai, baik itu di tahun 2026, 2025, dan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.(red/tim)
















