SATMA AMPI Madina: Tambang Emas Ilegal Rantobi Bermain Mata, Siang Berhenti Saat Kapolda Lewat, Malam Dig gas

 

Mandailing Natal(Portibi DNP): Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, angkat bicara menyoroti keras maraknya aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di wilayah Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, yang hingga kini masih terus beroperasi secara terang-terangan dan terkesan kebal hukum.

Berdasarkan informasi dan pengaduan masyarakat yang diterima, aktivitas PETI tersebut diduga kuat beroperasi di lahan milik Haji Daud. Dalam praktiknya, Muklis disebut-sebut sebagai pemain utama tambang emas ilegal, sementara Fajar diduga berperan sebagai humas lapangan yang mengatur aktivitas di lokasi sekaligus berkomunikasi dengan pihak-pihak tertentu agar kegiatan tambang tetap berjalan aman.

Muhammad Saleh mengungkapkan adanya pola mencurigakan yang semakin menguatkan dugaan praktik terorganisir. Saat rombongan Kapolda melintas di wilayah Rantobi, aktivitas tambang emas ilegal diduga berhenti sejenak. Namun ironisnya, pada malam hari aktivitas tersebut kembali “digas” dan beroperasi seperti biasa.

“Fakta ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya informasi bocor dan dugaan pembiaran. Tidak mungkin aktivitas tambang ilegal bisa berhenti dan berjalan kembali dengan rapi tanpa adanya perlindungan atau bekingan,” tegas Muhammad Saleh.

Lebih lanjut, SATMA AMPI Madina menilai kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan adanya oknum aparat yang membekingi mafia tambang emas ilegal di Rantobi, sehingga para pelaku seolah mengetahui kapan harus berhenti dan kapan kembali beroperasi tanpa rasa takut terhadap hukum.

Menurut Muhammad Saleh, pembiaran terhadap PETI bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial, korban jiwa, serta kerugian besar bagi negara. Hal ini sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Atas dasar itu, SATMA AMPI Madina mendesak:

1.Penutupan total dan permanen seluruh aktivitas tambang emas ilegal di Rantobi.

2.Penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap Muklis, Fajar, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

3.Pengusutan tegas dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi aktivitas PETI.

4.Penegakan hukum tanpa pandang bulu, agar hukum tidak tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang ilegal. Jika dibiarkan, maka publik wajar mempertanyakan komitmen penegakan hukum di Mandailing Natal,” tutup Muhammad Saleh, Bendahara SATMA AMPI Madina.

Demikian rilis ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap penegakan hukum serta perlindungan lingkungan.MH

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar