PTPN IV KMM Diduga Merusak Areal NKT demi Perluasan Sawit

 

LABURA(Portibi DNP): PTPN IV Regional I Kebun Membang Muda (KMM) kembali menjadi sorotan. Di tengah gencarnya perusahaan pelat merah itu mempromosikan komitmen hijau, bahkan menanam 10.000 pohon pada peringatan Hari Pohon Sedunia, fakta di lapangan justru menunjukkan potret sebaliknya. Temuan menunjukkan adanya indikasi kuat perusakan kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di Afdeling I dan Afdeling V.

Pantauan Portibi DNP menemukan, areal hutan berstatus NKT yang semestinya dilindungi, malah dirambah dan ditanami kelapa sawit. Ironisnya, di lokasi terpampang plang besi milik PTPN IV KMM bertuliskan bahwa kawasan tersebut adalah habitat dan rumah bagi beragam satwa, di antaranya monyet, reptil, burung, dan berbagai keanekaragaman hayati lain. Artinya, PTPN IV mengetahui bahwa kawasan itu adalah NKT, namun tetap menanaminya.

Lebih jauh, aturan konservasi mengharuskan jarak tanam sawit minimal 10 meter dari badan sungai di dalam areal NKT. Namun penelusuran di lapangan menunjukkan hal yang bertolak belakang. Pelepah sawit tumbuh hampir menyentuh air sungai, beberapa tanaman bahkan berada tepat di bibir sungai. Sebuah pelanggaran mencolok yang tak dapat dijelaskan sebagai “khilaf administrasi”.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan tegas melarang penggunaan kawasan hutan untuk aktivitas yang bertentangan dengan fungsi utamanya. Dengan temuan ini, PTPN IV Regional I Membang Muda patut diduga melanggar fungsi kawasan hutan, sekaligus memperlihatkan lemahnya kontrol internal terhadap standar lingkungan yang selalu mereka gembar-gemborkan.

Upaya konfirmasi pun menemui jalan buntu. Tim Portibi DNP sudah mendatangi kantor PTPN IV KMM untuk meminta klarifikasi. Namun setelah menunggu berjam-jam, tak seorang pun pejabat yang bersedia memberikan keterangan. Diamnya manajemen justru semakin mempertebal dugaan adanya persoalan serius yang ingin ditutup-tutupi. (renz)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar