Nias Selatan(Portibi DNP): Proyek pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan (nakes) di Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Tahun Anggaran 2023 bersumber dari APBD Kabupaten Nias Selatan yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Nisel diduga mangkrak dan menuai sorotan publik.
Hingga kini, progres pembangunan yang seharusnya telah rampung justru terlihat terbengkalai, memunculkan pertanyaan terkait pengelolaan anggaran dan pelaksanaan proyek tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah bangunan belum selesai dikerjakan. Material konstruksi tampak berserakan, sementara beberapa bagian bangunan sudah mulai mengalami kerusakan meski belum pernah difungsikan.
Kondisi ini dinilai memprihatinkan, mengingat fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah terpencil seperti Simuk.
Sejumlah warga setempat menyayangkan kondisi proyek yang tidak kunjung selesai. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar pembangunan dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan yang bertugas di daerah tersebut.
“Kalau rumah dinas ini selesai, tentu akan sangat membantu nakes yang bertugas di sini. Tapi sekarang malah terbengkalai,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Ranueli Buulolo, belum memberikan keterangan resmi ketika upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media melalui pesan singkat maupun panggilan telepon tidak mendapat respons, Senin 11/5/2026 sekira pukul 13:40 WIB.
Sikap diam ini semakin menambah spekulasi publik terkait penyebab terhentinya proyek tersebut.
Pemerhati pembangunan daerah Harpendik Meiwan Waruwu,S.Pd menilai bahwa transparansi sangat diperlukan dalam kasus ini. Pihaknya mendesak pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada publik, termasuk mengenai realisasi anggaran dan kendala yang dihadapi selama proses pembangunan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai kelanjutan proyek rumah dinas nakes di Simuk tersebut. Masyarakat pun berharap ada kejelasan dan solusi agar fasilitas yang telah direncanakan dapat segera difungsikan sebagaimana mestinya. (SW)




















