Propam Selidiki Dugaan Penganiayaan Herbin Hutagaol

 

LABURA(Portibi DNP): Unit Pengamanan Internal (Paminal) Polres Labuhanbatu turun tangan menyelidiki dugaan tindak kekerasan yang dialami Herbin Hutagaol, warga Kampung Toba, Kelurahan Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dugaan penganiayaan itu disebut melibatkan sejumlah personel Polsek Kualuh Hulu saat proses penangkapan, sepekan lalu.

Kanit Paminal Polres Labuhanbatu, IPDA Sukimin, mendatangi Herbin Hutagaol pada Rabu (15/1) di ruang perawatan RSUD Aek Kanopan. Kedatangan Sukimin yang hanya didampingi seorang staf itu bertujuan mengumpulkan keterangan terkait dugaan kekerasan yang dialami korban.

Sukimin meminta waktu kepada pihak keluarga untuk menggali kronologi kejadian. Selain Herbin, sejumlah anggota keluarga korban juga dimintai keterangan. Proses permintaan keterangan tersebut berlangsung sekitar tiga jam.

Usai pemeriksaan, Portibi DNP berupaya meminta keterangan kepada Sukimin. Namun, yang bersangkutan menolak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menyebut kewenangan penyampaian informasi resmi berada di tangan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endra Jaya.

“Maaf ya, Bang. Kami ke sini hanya menjalankan tugas penyelidikan terkait pemberitaan dugaan kekerasan oleh anggota polisi. Untuk keterangan resmi, nanti disampaikan pimpinan,” ujar Sukimin singkat.

Sebelumnya diberitakan, Herbin Hutagaol diduga menjadi korban penganiayaan oleh beberapa personel Polsek Kualuh Hulu. Ia ditangkap atas tuduhan mencuri perhiasan emas milik Kiki Hasibuan, warga Kampung Toba, Kelurahan Aek Kanopan.

Dalam pengakuannya, Herbin menyebut dirinya dibawa ke Mapolsek Kualuh Hulu usai penangkapan. Setibanya di kantor polisi tersebut, ia mengaku dibawa ke sebuah ruangan, tangan diikat, mata ditutup lakban, lalu dipukuli agar mengakui perbuatan pencurian yang dituduhkan kepadanya. Tak terbukti bersalah, Herbin pun dikembalikan kepada keluarganya.

Kepada Portibi DNP, Herbin mengaku hanya mengenali satu dari enam orang polisi yang melakukan penangkapan terhadap dirinya.

“Hanya Siregar yang kukenal. Yang lain aku tidak kenal. Tapi kalau dipertemukan, aku pasti ingat wajahnya,” ujar Herbin terbatah-batah menahan sakit.

Sementara itu, Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani Barus, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Dalam beberapa kali upaya konfirmasi, yang bersangkutan disebut tidak berada di tempat.

(renz)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar