PM Madina: Mayarakat Sulit BBM, PETI Pantai Barat & Kotanopan Terus Tancap Gas

 

MADINA(Portibi DNP): Pasca terjadinya bencana alam Selasa 25/11/25 di Tiga Provinsi Sumut, Aceh & Sumbar khususnya Tapanuli Tengah, Tapsel, Padang Sidimluan, Sibolga dan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatra Utara membuat masyarakat susah untuk mencari BBM untuk keperluan sehari hari, bahkan ribuan masyarakat rela mengantri sampai menginap di setiap SPBU dan tidak sedikit orang yang jatuh pingsan, bahkan sudah banyak terlihat anak sekolah yang berjalan kaki ke sekolah.

” anehnya para Mafia penambang mas ilegal tetap berktivitas seperti puddin, Pawang, Kepde & Kholik yang viral di media sosial,” ungkap Ahmad Zulhamdi Ketua Persatuan Mahasiswa Mandailing Natal ( PM Madina) di Panyabungan.

Namun lain halnya dengan Para Mafia Penambang Emas Tanpa Ijin PETI di Kota ,Batang Natal dan Lingga Bayu, Rantobaek bahkan Kotanopan di duga masih mulus beroperasi atau beraktivitas disaat keadaan masyarakat Mandailing Natal dalam keadaan sekarat untuk mencari BBM perliternya sampai tembus 35 ribu bahkan ada yang 40 ribuan ungkap Hamdi Mahasiswa Fisipol UGN Padang Sidimpuan ini.

Zulhamdi yang putra yang berasal dari Pantai Barat ini menyampaikan ,saat masyarakat sekarat untuk mendapatkan minyak satu liter bahkan masyarakat rela membayar 35 ribu rupiah perliter dan ribuan masyarakat yang tiap hari mengantri di Setiap SPBU di seluruh kabupaten Mandailing ini.

Tapi yang kita gak habis’ pikir melihat Para Mafia PETI & BBM bebas dan mulus beroperasi tanpa kendala, padahal sudah jelas kita ketahui jika alat berat jenis excavator tersebut beroperasi itu membutuhkan Minyak yang sangat Banyak sedangkan BBM untuk angkutan anak sekolah susah untuk dicarijan sehingga banyak anak sekolah yang rela berjalan kaki.

” Kita berharap kepada pihak Pemerintah Daerah, Polri & TNI agar secepatnya bersikap tegas untuk membasmi dan menangkap Para Mafia PETI & BBM ini sebelum kemarahan masyarakat nanti meluap, Jika keadaan ini nanti makin lama maka bisa jadi masyarakat akan berpikir penegakan hukum di bumi gordang sambilan ini tajam ke bawah tumpul ke atas apalagi kondisi musibah besar saat ini yang terjadi di provinsi Sumut, Aceh & Sumbar,” pungkasnya.MH

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar