Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Aparat Periksa Rumah Terduga Penjarah Bantuan Beras di Bulog

 

Sibolga(Portibi DNP): Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Ahmad Kennedy Manullang, menyampaikan desakan tegas kepada aparat kepolisian agar menindak praktik penimbunan bantuan beras Bulog yang terjadi saat masa darurat bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Kennedy meminta pihak Polres Sibolga dan Polres Tapanuli Tengah segera melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga yang diduga membawa sejumlah besar beras dan minyak goreng ketika proses pembagian bantuan berlangsung.

“Kalau di rumahnya ada beras Bulog lebih dari tiga karung, minyak lebih dari lima kilogram, tolong disita saja agar bisa dibagikan kepada warga lain yang belum mendapatkan bantuan,” ujar Kennedy dalam sebuah pernyataannya.

Ia mengaku menyaksikan sendiri adanya oknum masyarakat yang mengambil beras hingga tiga sampai lima karung, bahkan minyak goreng dalam jumlah besar, dan dilakukan berulang kali. Parahnya lagi, warga yang memvideokan aksi tersebut justru diintimidasi dan diancam.

“Saya yakin itu bukan untuk bertahan hidup. Sudah banyak terjadi jual beli. Motivasinya sudah mencari keuntungan. Tangkap penjual dan penadahnya,” tegasnya.

Menurut Kennedy, fenomena tersebut banyak terlihat di wilayah Pasir Bidang, Parombunan Atas, Sarudik, serta pemukiman di sekitar gedung Bulog. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hak masyarakat luas yang terdampak bencana, bahkan mencakup warga dari berbagai kabupaten dan kota.

“Kalau hanya satu karung mungkin untuk makan sehari-hari, tapi kalau lebih dari tiga karung itu tidak manusiawi. Itu hak masyarakat lain,” ucapnya.

Kennedy juga mengajak masyarakat untuk saling mengawasi lingkungan sekitar dan melaporkan bila ada dugaan penimbunan bantuan bencana.

“Perhatikan tetanggamu, kalau ada yang menimbun beras Bulog, posting saja agar semua terbuka. Jangan ada bandit-bandit yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan. Masih banyak warga lain yang sangat membutuhkan,” pungkasnya.SF

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar