Pabrik Minyak Kelapa Sawit Milik PT PSU Di Kecamatan Lingga Bayu, Hidup Segan Mati Tak Mau

Foto: Kondisi Pabrik Minyak Kelapa Sawit milik PT PSU di Kecamatan Lingga Bayu Madina

 

 

 

Mandailing Natal (Portibi DNP): Warga masyarakat Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara, sangat menyesali kinerja Pabrik Minyak Kelapa Sawit ( PMKS ) PT.PSU yang berlokasi di Desa Perkebunan Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu, karena dulunya sewak tu pabrik tersebut baru beroperasi masyarakat khususnya warga Kecamatan Lingga Bayu, berharap pabrik ini akan dapat membantu perkembangan perekonomian masyarakat dgn cara pembelian buah sawit kebun masyarakat, na mun kenyataan yg terjadi saat ini, pabrik tersebut beroperasi hanya satu kali dalam satu minggu, itu pun mereka tidak bisa membeli buah sawit masyarakat, dengan alasan tidak ada uangnya, pada hal perusahaan ini adalah milik BUMD Propinsi Sumatera Utara.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Lingga Bayu, Drs. M.Reikhan Natali yang berdomisili di kota Medan, melalui telpon selulernya mengatakan ke Portibi Dnp bahwa, sebaiknya permasalahan yang ada di perusahaan milik BUMD Propinsi ini, bapak Gubernur harus ikut dan serius untuk membenahinya, karena apapun ceritanya nama Gubernur pasti terbawa-bawa di dalamnya kare na perusahaan ini adalah milik Pemerintah Propinsi.

Seperti informasi yg kami dapatkan bahwa, gaji karyawan PT. PSU

ini aja, sering terkendala pembayarannya, apakah pak Gubernur tidak malu mendengar hal seperti ini.

” masak perusahaan milik Pemerintah bisa pembayaran gaji karyawannya terkendala, wah….yang benar ajalah, kata Drs. Reikhan Natali.

 

Menurut tokoh yang lulusan IAIN Sumatera Utara ini, secara logika pihak perusahaan tidak bisa mengatakan perusahaan ini merugi.

” karena perusahaan Perkebunan Sawit milik PT.PSU yang berada di

wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal, ada 4 titik, ( dengan jumlah areal ribuan ha ), jadi itulah sebabnya secara ekonomi

mereka tidak mungkin bisa rugi, memang secara kasat mata kita melihat keadaan perusahaan ini seperti ‘HIDUP SEGAN MATIPUN

TAK MAU’,” kata Reikhan.

 

Selanjutnya Kayamudin Nasution Tokoh masyarakat Kelurahan Simpang Gambir menambahkan bahwa, perusahaan Perkebunan PT. PSU yang dimiliki BUMD Provinsi Ini, dan berlokasi di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal, memang keadaannya sangat kelihatan

banyak permasalahan, memang sangat layak pak Gubernur ikut membenahinya.**

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pakย  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar