Nobar Film “Semua Akan Baik Baik Saja” Digelar Serentak Di 7 Kota Dengan 1.162 Peserta, Perkuat Pesan Inklusivitas Dan Kesetaraan Bagi Teman-Teman Disabilitas

 

Jakarta (Portibi DNP): Film “Semua Akan Baik Baik Saja” karya Baim Wong yang mengangkat kisah tentang keluarga, kehilangan, harapan, serta pentingnya saling menerima di tengah berbagai perbedaan, menjadi medium untuk menyuarakan pesan persatuan, keberagaman, dan inklusivitas melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) yang digelar secara serentak pada Minggu, 7 Juni 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Cianjur, Malang, Padang, Pontianak, Bau Bau, dan Tanjung Pinang dengan melibatkan teman-teman dari komunitas disabilitas sebagai peserta utama bersama komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan pekerja seni dari berbagai daerah di Indonesia.

Sutradara film, Baim Wong, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan nobar serentak yang melibatkan komunitas disabilitas di berbagai daerah.

“Film bukan hanya hiburan, Film adalah medium untuk menghadirkan percakapan, membangun empati, dan menghubungkan pengalaman manusia yang beragam. Saya berharap pesan dalam film ini dapat diterima dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di AEON Mall BSD City yang dihadiri oleh Produser Film “Semua Akan Baik Baik Saja” Baim Wong, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari.

Kegiatan ini menghadirkan komunitas disabilitas sebagai peserta utama dengan komposisi sekitar 80 persen dari total peserta di seluruh titik pelaksanaan. Sementara itu, 20 persen peserta lainnya berasal dari komunitas kreatif, pelaku UMKM, pekerja seni, serta berbagai jejaring ekonomi kreatif daerah yang selama ini aktif membangun ekosistem kreatif berbasis kolaborasi dan keberagaman.

Jumlah penonton dari kawan-kawan Disabilitas mencapai 1.162 yang melibatkan lebih dari 70 komunitas disabilitas di 7 provinsi.

Dalam kesempatan yang sama, Raffi Ahmad menilai keterlibatan komunitas kreatif dan anak muda dalam kegiatan inklusif semacam ini penting untuk memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.

“Ruang-ruang kreatif harus terus didorong menjadi ruang yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap upaya memperluas ruang partisipasi bagi generasi muda, pekerja seni, komunitas kreatif, serta kelompok disabilitas agar memperoleh kesempatan yang setara dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk industri kreatif. Semangat tersebut sejalan dengan berbagai upaya untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia dan ekosistem kreatif nasional dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengatakan bahwa film memiliki kekuatan untuk membangun empati sekaligus menjembatani berbagai kelompok masyarakat dalam ruang yang setara.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang budaya harus menjadi ruang bersama. Ketika komunitas disabilitas dan komunitas kreatif berkumpul dalam satu pengalaman yang sama, lahir pemahaman, solidaritas, dan energi kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga diperkuat oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang selama ini konsisten mendorong kolaborasi lintas komunitas dan penguatan ekosistem kreatif berbasis inklusivitas. Melalui jejaring kota dan kabupaten kreatif di berbagai daerah, ICCN terus mendorong terciptanya ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok disabilitas, untuk terlibat aktif dalam aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi kreatif.

Pelaksanaan kegiatan di tujuh kota didukung oleh berbagai jejaring komunitas kreatif ICCN di daerah, yaitu Adapun jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menjadi penyelenggara di daerah-daerah adalah sebagai berikut: Malang Creative Fusion, Cianjur Creative Network, Bau-bau Creative Forum, Buton Tengah Creative, Korda ICCN Kepulauan Riau, Korda ICCN Jakarta, Korda ICCN Tanjung Pinang dan Komunitas Rumaksi Pontianak.

Film “Semua Akan Baik Baik Saja” sendiri menghadirkan kisah tentang keluarga yang berusaha bangkit setelah kehilangan, belajar menerima perbedaan, dan menemukan kembali makna kebersamaan. Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kehadiran teman-teman disabilitas dalam kegiatan nobar di berbagai kota sebagai bagian dari ruang bersama yang merayakan keberagaman dan kesetaraan.

Melalui kegiatan nobar serentak ini, para penyelenggara berharap pesan hangat yang dihadirkan film “Semua Akan Baik Baik Saja” dapat menjadi pengingat bahwa keluarga, persatuan, keberagaman, dan inklusivitas merupakan nilai-nilai yang perlu terus dirawat bersama dalam kehidupan bermasyarakat. AR

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

Paling Banyak Komentar