MEDAN (Portibi DNP) : Setelah melewati proses cukup panjang selama lebih kurang 1,2 tahun. Akhirnya, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menetapkan jabatan defenitif melantik Khairul Azmi sebagai Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan.
Tentu saja, tidak berlebihan jika kehadiran Khairul Azmi sebagai sosok Super Star yang mampu merubah wajah Medan bebas dari banjir.
“Penantian panjang, kiranya membuahkan hasil yang maksimal. Apalagi katanya, penetapan pejabat definitif di SDABMBK merupakan figur pilihan setelah melewati seleksi ketat dan proses asesmen,” ujar anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Margaret MS, Jumat (17/4/2026).
Hal itu disampaikan Margaret asal menyikapi pelantikan pejabat defenitif di Dinas SDABMBK dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan serta kebijakan Walikota Medan terkait lambatnya proses pengisian jabatan defenitif di beberapa OPD jajaran Pemko Medan.
Ia berharap kinerja pejabat yang baru dilantik terkhusus Kadis SDABMBK dan Dishub Kota Medan mampu menjalankan visi misi Walikota Medan Rico Waas.
Artinya kata Margaret, jabatan itu bukan karena titipan tetapi harus mampu menjalankan pembangunan masyarakat Medan skala prioritas. Begitu juga mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui fasilitas DPRD Medan yang ditampung dalam E Fokir.
“Terutama memaksimalkan perbaikan infrastruktur dan penyelesaian banjir. Begitu juga dengan Kepala Dishub harus mampu menata kota terhindar kemacetan dan peningkatan Pendapatan Aali Daerah (PAD) dari parkir,” ungkap Margaret asal dapil II Kota Medan tu.
Menurut Margaret, jabatan Kadis SDABMBK dan Kadis Perhubungan merupakan jabatan strategis. Masa depan pembangunan Kota Medan berada ditangan mereka.
Tentu bagaimana merubah pembangunan yang lebih baik melalui peran mereka. “Kita harapkan Walikota Medan tidak salah pilih,” cetus Margaret,”harapnya.
Ditambahkan Margaret, saat ini masih banyak kekosongan jabatan defenitip di OPD jajaran Pemko Medan. Bahkan dalam pelantikan eselon II kemarin juga berdampak adanya kekosongan eselon II yakni Kadis Pendidikan.
Margaret menyangkan hal itu, karena terkait pendidikan merupakan hal penting dan butuh kebijakan melakukan inovasi inovasi baru.
“Kita harapkan tidak menunggu sampai berlama-lama untuk mengis jabatan Kadis Pendidikan ,” ungkapnya seraya menambahkan jabatan defenitif di OPD lain seperti Kadis Kesehatan juga segera defenitip.P06




















