Kadishub Binjai Diduga Ogah Tanggapi Unras Mahasiswa Peduli Binjai

BINJAI (Portibi DNP) : Kemarin, puluhan orang yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Kota Binjai melakukan aksi unjukrasa (unras) di Kantor Dinas Perhubungan Kota Binjai, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Dalam orasinya, mereka menduga telah terjadi adanya dugaan tindak pidana korupsi atau penyelewengan retribusi parkir di tepi jalan umum yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak sesuai data dilaporkan oleh Dinas Perhubungan Kota Binjai. Mereka menilai, pihak Dinas Perhubungan Kota Binjai tidak transparan dalam menjalankan pengelolaan sehingga berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi. “Kami dari Mahasiswa Peduli Kota Binjai, menuntut dan menyampaikan aspirasi terkait adanya dugaan penyelewengan retribusi parkir,” kata Koordinator Aksi M.Rafli Nasution kepada wartawan.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Mahasiswa Peduli Kota Binjai terdapat data retribusi parkir yang dilaporkan oleh Dinas Perhubungan Kota Binjai tidak sesuai dengan fakta dilapangan. “Kota Binjai ini luas, mengapa hanya sebesar Rp700.000.000 juta saja PAD retribusi parkir. Dari tiga titik yang kami investigasi, hasil pertahunannya saja sudah mencapai milyaran lebih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketiga titik itu diantaranya, dari simpang Bank BCA lampu merah dekat Kantor Walikota Binjai pendapatannya sekitar Rp2.100.000, di Jalan Irian belakang Bank BCA dekat Pasar Kaget pendapatannya sekitar Rp600.000 dan di Sky Cross sampai Pekong pendapatannya sekitar Rp850.000.

“Jika ditotal maka hasilnya sekitar Rp3.550.000 per harinya. Jika dikalikan selama 30 hari, maka pendapatannya sekitar Rp106.500.000. Dan, jika dikalikan lagi selama 12 bulan maka pendapatannya sebesar Rp1.278.000.000. Sisanya itulah yang kami pertanyakan bang. Itu baru tiga titik saja bang, lalu bagaimana dengan pendapatan lahan parkir lainnya. Kemana itu uangnya,” katanya mengakhiri.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai Chairin Fitri Simanjuntak, S.Sos., MM ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, hingga berita ini dimuat belum membalas padahal sudah berceklist dua. (BP)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
Print

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hati hati pak, mantan koruptor yang mainkan peran perpolitikan di Sumut dibelakang layar..

-Bolo: Bah sembunyi di dalam terang, sakitnya tak seberapa, malunya ini .

 

 

-Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..

-Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

 

-Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi

Jangan Pandang bulu pak, hajar…