Ini Permasalahan Yang Ditemukan BPK di KPU Langkat

 

LANGKAT (Portibi DNP) : Pada tahun 2023 dan tahun 2024, diketahui bahwa dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat sebesar Rp28.084.251.525 dan Rp37.255.779.109.

Dana tersebut digunakan untuk Pemilhan Umum (Pemilu) tahun 2023 dan tahun 2024.

Pemeriksaan pun dilakukan. Hasilnya, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI menemukan adanya permasalahan, diantaranya.

1. PPK Satker KPU Tidak Menyusun HPS Untuk Pengadaan Formulir Plano

Pengadaan formulir plano merupakan wewenang KPU Provinsi. Penyedia

pada paket pekerjaan ini adalah PT TMG.

Formulir plano yang telah selesai

diproduksi, didistribusikan ke masing-masing KPU kabupaten/kota.

Kemudian, masing-masing KPU kabupaten/kota melakukan pemeriksaan

untuk memastikan bahwa formulir plano yang diterima telah sesuai kualitas

dan kuantitasnya.

Hasil pemeriksaan dituangkan ke dalam berita acara (BA) hasil sortir yang ditandatangani komisioner KPU kabupaten/kota.

Berdasarkan hasil sortir yang dilakukan KPU kabupaten/kota diketahui

terdapat kekurangan kuantitas dan kualitas formulir plano pada KPU

kabupaten/kota Langkat.

Atas kekurangan kuantitas tersebut, penyedia tetap dibayarkan 100 persen. PPK satker KPU kabupaten/kota telah mengajukan permintaan kekurangan kepada penyedia melalui aplikasi Sistem Informasi Logistik (SILOG).

Namun atas pengajuan permintaan kekurangan tersebut tidak dipenuhi oleh PT TMG.

Atas kondisi tersebut, PPK satker KPU kabupaten/kota Langkat bersepakat untuk melakukan pengadaan ulang formulir berbentuk plano dengan metode

penunjukan langsung.

Namun terdapat nilai

pengadaannya di atas Rp10.000.000 yang wajib membuat HPS, dengan

rincian sebagai berikut.

Satker KPU Langkat

Nilai Pengadaan : Rp45.100.000

Penyedia : CV Sem

Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pengadaan diketahui PPK satker

KPU kabupaten/kota tersebut tidak menyusun HPS untuk menetapkan harga wajar atas penawaran pengadaan formulir plano.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh PPK satker KPU kabupaten/kota Langkat diketahui bahwa PPK satker KPU tidak menyusun HPS karena waktu pelaksanaan yang

pendek dan kegiatan Pemilu akan segera dimulai.

PPK satker KPU kabupaten/kota menghubungi penyedia yang dapat mengadakan formulir plano dalam waktu singkat.

Harga ditentukan oleh penyedia, PPK satker KPU melakukan negosiasi harga untuk mendapatkan harga terendah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui terdapat perbedaan harga yang signifikan atas pengadaan formulir berbentuk plano yang ditawarkan PT

TMG dengan penyedia yang ditunjuk langsung oleh masing-masing PPK satker KPU kabupaten/kota.

Harga per lembar PT TMG sebesar Rp1.288,00, sedangkan penyedia masing-masing KPU kabupaten/kota menawarkan harga mulai dari sebesar Rp20.000 sampai dengan sebesar Rp45.100.

2. Pengadaan Formulir Plano Tidak Menggunakan Harga Wajar

KPU kabupaten/kota Langkat melakukan pengadaan kekurangan formulir plano

pada penyedia jasa di Kota Medan dengan rentang harga dari Rp20.000 sampai dengan Rp45.100 per lembar, dengan rincian sebagai berikut.

Penyedia : CV Sem

Satker KPU : Langkat

Harga Per Lembar : Rp45.100

Harga formulir plano yang ditawarkan PT TMG pada kontrak pengadaan sebesar Rp1.288,00 per lembar.

Berdasarkan tabel di atas, terdapat perbedaan harga signifikan antara harga yang ditawarkan PT TMG dengan penyedia yang ditunjuk langsung oleh masing-masing KPU kabupaten/kota.

Atas perbedaan harga tersebut, tim pemeriksa melakukan survei harga pasar pada tiga usaha percetakan di kota Medan yang memiliki mesin cetak kertas ukuran plano (A1).

Berdasarkan hasil survei, diketahui satu lembar cetak kertas plano tersebut seharga Rp12.000 sampai dengan Rp18.000 per lembar.

Hasil konfirmasi kepada penyedia diketahui bahwa penyedia tidak memproduksi sendiri formulir plano tersebut, melainkan dengan memesan kepada usaha percetakan yang mampu mencetak kertas ukuran plano.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa berdasarkan bukti pemesanan dari penyedia jasa, pelaksanaan pengadaan hanya dilakukan pada dua usaha percetakan.

Selanjutnya, diketahui bahwa harga formulir plano termasuk biaya pengemasan dan pengiriman adalah sebesar Rp18.000 dan Rp25.000 per lembar, tergantung usaha percetakan tempat penyedia memesan.

Dengan demikian, pada KPU kabupaten/kota Langkat terdapat perbedaan harga formulir plano antara surat perjanjian dengan harga riil dari usaha percetakan, dengan perincian sebagai berikut.

Satker KPU : Langkat

Nilai pengadaan : Rp45.100.000

Nilai riil : Rp25.000.000

Selisih : Rp20.100.000

Pajak : Rp2.263.513.51

Kelebihan Pembayaran : Rp17.836.486.49

Penyedia : CV Sem

Permasalahan di atas mengakibatkan kelebihan pembayaran pengadaan formulir plano pada KPU kabupaten/kota Langkat sebesar Rp36.011.866.22.

Hal tersebut disebabkan oleh PPK satker KPU kabupaten/kota :

a. Tidak mencari referensi harga paling menguntungkan untuk pengadaan formulir plano.

b. Tidak menunjuk langsung pengadaan formulir plano kepada penyedia jasa

yang memiliki kemampuan percetakan ukuran plano.

Sehubungan dengan permasalahan di atas :

a. Sekretaris KPU Provinsi Sumatera Utara menyatakan mengakui adanya

kekurangan Plano yang diadakan oleh PT TMG, tidak dilakukan pengiriman

ke KPU Kabupaten/Kota.

Untuk itu, di masa mendatang akan lebih cermat dalam mengendalikan kontrak pengadaaan agar tidak terjadi kejadian yang sama.

b. Sekretaris KPU kabupaten/kota menyatakan sependapat dengan dengan temuan BPK dan akan melakukan perbaikan yaitu sebelum melakukan pengadaan PPK akan lebih teliti dan menyusun HPS dengan data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

BPK merekomendasikan kepada Ketua KPU pada satker KPU kabupaten/kota Langkat memerintahkan masing-masing Sekretaris KPU kabupaten/kota selaku KPA :

a. Melakukan pengendalian dan pengawasan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Menginstruksikan PPK satker KPU menarik kelebihan pembayaran pengadaan formulir plano sebesar Rp36.011.866.22 dan menyetorkan ke kas negara.

Ketua KPU pada satker KPU kabupaten/kota Langkat sependapat dengan rekomendasi BPK dan akan menindaklanjuti dengan memerintahkan masing-masing Sekretaris KPU selaku KPA untuk melakukan pengendalian dan pengawasan pekerjaan sesuai ketentuan dan menginstruksikan masing-masing PPK satker untuk menarik kelebihan pembayaran pengadaan formulir plano dari penyedia kemudian menyetorkan ke kas negara.

Terkait permasalahan di atas, media ini lalu mencoba melakukan konfirmasi kepada mantan Ketua KPU Langkat Dian Taufik Ramadhan, via pesan WhatsApp, Kamis (02/10/2025).

Sayangnya, Dia enggan menjelaskan, apakah temuan itu sudah dikembalikan ke kas negara.

“Konfirmasi ke Ketua KPU Langkat aja (Husni, red) bang atau ke Sekretaris. Saya bukan Ketua KPU Langkat lagi,” katanya singkat lewat pesan WhatsApp.

Mendapat saran seperti itu, media online ini lalu mencoba melakukan konfirmasi kepada Ketua KPU Langkat Husni, via pesan WhatsApp.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat belum juga ada keterangan resmi, apakah temuan tersebut sudah dikembalikan atau tidak.(Red/Tim)

 

 

 

Berita Terkait

Celoteh Si Bolo

Judulnya ‘Tanah Untuk Rakyat’ harus menjadi atensi bapak presiden karena banyak rakyat yang belum dapat legalitas atas tanah mereka
Bolo: Setuju…

Lapor Pak  Kapoldasu, tambang ilegal disepanjang Sungai Batang Natal masih beroperasi..
Bolo: Sikat aja pak, Tentu kita dukung

Masih marak judi, aparat penegak hukum harus beraksi
Bolo: Jangan Pandang bulu pak, hajar.

 

Terkini

  • Paling Banyak Komentar