MEDAN (Portibi DNP) : Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan dan Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) terkait kesiapan penyelenggaraan Pemilu di ruang rapat Komisi I, lantai III gedung dewan, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Senin (8/1/2024). Dalam RDP disepakati bersama-sama menjaga serta menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif.
Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Medan Robi Barus SE MAP didampingi anggota dewan lainnya Parlindungan Sipahutar, Rudyanto.Simangunsong, Abdul Latif, Abdul Rani SH, Habiburahman Sinuraya, Abdul Rahman Nasution.
Turut hadir Ketua KPU Medan Mutia Aqitah bersama anggota Bobby Niedal, Saut Sagala, M Taufiq Urrohman dan Ade Nurkhairi. Sedangkan dari Bawaslu dihadiri Ketua David Reinolo bersama anggota Imeldaria Butarbutar, Fachril Syaputra, Yuna Novita Sari dan Ferlando J.
Pada kesempatan itu, anggota Komisi I Rudyanto Simangunsong mengajak KPU dan Bawaslu untuk sama sama menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif.
“Mari kita sepakati penyelenggaraan Pemilu damai dan demokrasi. Kami mendorong Bawaslu tingkatkan pengawasan guna meminimalisir serangan money politik,” ajak Rudiyanto.
Anggota dewan lainnya Abdul Rani SH mengatakan, demi terciptanya Pemilu damai agar lebih meningkatkan koordinasi antar lembaga. “Pemilu tinggal menghitung hari, saat ini menjadi pusat perhatian semua pihak terkhusus masyarakat. DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu telah memperjuangkan anggaran untuk pesta demokrasi. Untuk itu mari kita jaga kepercayaan masyarakat menjamin Pemilu yang kondusif,” ajak Abdul Rani.
Ditambahkan Abdul Rani, DPRD Medan bersama KPU dan Bawaslu supaya mampu meyakinkan masyarakat bahwa penyelenggara dan Caleg supaya bersatu bergandeng tangan menjaga serta membuktikan suasana kondusif.
Sementara itu Abdul Latif mempertanyakan upaya KPU dalam mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat kelelahan seperti Pemilu lalu.
“Kita tidak ingin terjadi banyak korban petugas KPPS meninggal dunia dan sakit akibat kelelahan karena kerja hingga pukul 2 dinihari. Untuk itu KPU agar mengantisipasi hal tersebut,” kata Abdul Rani.
Anggota dewan lainnya Parlindungan Sipahutar mempertanyakan sejauh mana sosialisasi KPU terkait penyelenggaraan Pemilu. Seperti warna kertas suara mulai DPRD Kabupaten/Kota hingga Capres.
Menyahuti pernyataan dewan, Ketua KPU Medan Mutia Atiqah mengatakan, sepakat untuk menciptakan suasana kondusif pada Pemilu mendatang dan lebih baik dari sebelumnya.
Sedangkan terkait mengantisipasi korban jiwa bagi petugas KPP karena kelelahan sehingga tidak terulang lagi, pihak KPU Medan melakukan perekrutan petugas dengan usia produktif yakni usia 17 Tahun sampai dengan 55 tahun.
Bahkan, kata Mutia, saat seleksi penerimaan dilakukan tes kesehatan secara ketat, bagi yang memiliki riwayat penyakit serius otomatis tidak diloloskan.P06
























