MEDAN(Portibi DNP): Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, SH, MH, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang hingga kini telah memasuki dua bulan pascabencana.
Menurut Rahmansyah, musibah tersebut merupakan ujian bersama yang harus dihadapi dengan kesabaran dan solidaritas, bukan dijadikan ajang kepentingan politik.
Hal itu disampaikannya dalam siaran pers kepada wartawan di Medan, Jumat (2/1/2026), menyikapi informasi pencopotan sejumlah lurah dan kepala desa di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Dalam situasi bencana, seharusnya seluruh elemen bersatu membantu rakyat. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, secara tegas telah mengajak semua pihak untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat yang terdampak dan bahkan menyampaikan apresiasi kepada siapa pun yang membantu,” ujar Rahmansyah.
Namun, ia mengaku sangat terkejut setelah menerima informasi bahwa beberapa lurah dan kepala desa di Tapteng justru dicopot dari jabatannya oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, hanya karena menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang membantu warga dan pemerintahan desa dalam penanganan bencana.
“Ini sangat ironis. Mereka dicopot hanya karena berterima kasih kepada pihak yang membantu masyarakatnya di tengah musibah. Padahal, membantu korban bencana adalah tanggung jawab kemanusiaan,” tegasnya.
Rahmansyah yang juga anggota DPRD Sumut dari Dapil IX (Tapanuli Tengah–Sibolga) meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, agar segera memberikan peringatan keras kepada Bupati Tapteng dan memastikan tidak ada praktik politik dalam penanganan bencana.
“Ini bukan lagi zamannya Pilkada. Seharusnya Bupati Tapteng justru berterima kasih karena ada tokoh yang peduli dan turun langsung membantu warganya,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya akan menelusuri dugaan adanya tekanan, baik melalui pesan WhatsApp, surat peringatan, maupun rekaman tertentu, yang diduga menjadi dasar pencopotan lurah dan kepala desa tersebut.
“Kami meminta Gubernur Sumatera Utara dan Inspektorat Provinsi untuk proaktif menyelidiki persoalan ini. Fraksi NasDem DPRD Sumut juga akan menyurati Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektorat Jenderal, DPR RI, hingga Presiden Republik Indonesia,” tegas Rahmansyah.
Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Tapteng, Rahmansyah mengingatkan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan alat kepentingan politik.
“Saya mengingatkan Bupati Masinton Pasaribu, kami juga pimpinan partai yang memiliki kursi mayoritas di DPRD Tapteng. Jangan lagi berpolitik di atas penderitaan rakyat. Jika informasi ini benar, tentu sangat kami sesalkan,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmansyah yang merupakan putra daerah Tapanuli Tengah juga menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Tapteng dan Camat Barus yang dinilai belum maksimal turun langsung menemui warga terdampak bencana, seperti di Kelurahan Pasar Batu Gerigis dan Desa Pasar Terandam, yang rumah warganya hancur akibat banjir dan longsor.
“Memang tidak mudah menangani dampak bencana, tetapi setidaknya hadir dan memberi semangat kepada masyarakat. Jangan sampai pemimpin justru absen di saat rakyatnya menderita,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kunjungan kepala daerah yang dilakukan larut malam ke sejumlah wilayah, yang menurutnya tidak efektif untuk melihat kondisi riil masyarakat.
“Jangan sampai hal-hal seperti ini menimbulkan gejolak dan kemarahan masyarakat Tapanuli Tengah,” kata Rahmansyah.
Di akhir pernyataannya, Rahmansyah mengungkapkan banyak warga desa dan kelurahan terdampak bencana yang meminta dirinya turun langsung. Namun ia mengaku khawatir kunjungannya justru berdampak buruk bagi kepala desa atau lurah setempat.
“Kami ingin hadir membantu, tetapi jangan sampai lurah dan kepala desa kembali menjadi korban pencopotan jabatan. Ini sangat memprihatinkan,” tegas mantan aktivis mahasiswa tersebut.
Ia pun kembali meminta Gubernur Sumatera Utara untuk serius dan tegas menyikapi persoalan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah.SF




















